Mohon tunggu...
ROPINGI
ROPINGI Mohon Tunggu... Pendidik

Jika sudah dimulai jangan pernah segera diakhiri

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Pantas BPJS Defisit, Ada yang Korupsi Sih

7 Agustus 2019   19:52 Diperbarui: 7 Agustus 2019   19:54 0 6 3 Mohon Tunggu...
Pantas BPJS Defisit, Ada yang Korupsi Sih
sumber: bpjs-kesehatan.go.id


Keluhan tentang seberapa panjangnya antrian ketika melakukan proses pendaftaran pada saat berobat di rumah sakit mulai tak terdengar. Warga masyarakat sudah kian bersabar untuk antri dan menerima dengan ikhlas berobat menggunakan BPJS.

Gempar tentang defisit anggaran BPJS, sampai-sampai Muldoko memastikan akan menaikkan iuran peserta BPJS untuk semua kelas. Prediksi kerugian BPJS diperkirakan hingga Rp 29 triliiun.

Seperti dirilis bisinitempo.co, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat mengungkap kasus korupsi dana klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau BPJS Kesehatan sebesar Rp 7,7 miliar. Korupsi ini diduga dilakukan oleh mantan Kepala RSUD Lembang dr Onnie Habie dan Bendaharanya yakni Meta Susanti. (6 Agustus 2019 18:20 WIB)

Pemeriksaan keuangan BPJS di seluruh tanah air sebaiknya dilakukan secara masip agar dana untuk jaminan kesehatan ini tidak menguap di tengah jalan.

Bisa dibayangkan, hanya satu rumah sakit saja sudah sebegitu besarmya. Bagaimana jika misalnya banyak rumah sakit yang melakulannya. Atau puskesmas-puskesmas barangkali.

Pengobatan menggunakan BPJS memang berangsur-angsur membaik pelayanannya. Walaupun kadang kamar rawat inap bagi kelas yang sesuai dengan yang seharusnya diterima pasien peserta BPJS tidak sesuai. Misalnya kamar yang seharusnya kelas I terpaksa turun ke kelas II karena kamar kelas I penuh. Begitu seterusnya.

Sebagai pengguna BPJS, kami hanya berharap keuangan BPJS tidak menguap dengan cara dikorupsi. Juga pelayanan kepada peserta BPJS yang melakukan pengobatan dan perawatan diperbaiki dan ditingkatkan.

Bacaan1, bacaan2

KONTEN MENARIK LAINNYA
x