Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hujan Air Mata

1 Agustus 2019   12:02 Diperbarui: 1 Agustus 2019   12:21 0 11 2 Mohon Tunggu...
Hujan Air Mata
Merdeka.com

Hujan Air Mata (Untukmu residivis koruptor)

Kemarau sudah mampir ke tengah kota
Ia bermalam di desa-desa
Membawa jeriken penuh sampah
Sesak saku bajunya

Lalu lalang orang pura-pura tak melihat
Padahal ia adalah pejabat
Tahu, kemarau dan sampah harus ditaruh di mana
Nyatanya tetap diberi kesempatan kedua kalinya

Hujan air mata
Dan, bisik doa-doa tak mempan cuci daki pada kulitnya
Alasan pertobatan, pengabdian, dan menebus kesalahan
Jika itu alasanmu, "Kembalikan uang yang kau maling dahulu!"

Siapa yang peduli
Nyatanya banyak yang terpilih lagi
Mau dibawa kemana kemarau ini
Juga jeriken kotor, tularkan iri ke generasi terkini

Sudah waktunya kau sembunyi
Tutup segera wajah dengan kain kaci
Hujan air mata, tak membuatmu terhina
Jika ingin pulang dengan sempurna

Tanah Bumbu, 1 Agustus 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x