Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Curhatan Sang Perokok

27 Juli 2019   02:13 Diperbarui: 7 Agustus 2019   09:04 0 7 3 Mohon Tunggu...
Curhatan Sang Perokok
https://spinehealth.com

Curhatan Sang Perokok

Ketika usia 13 tahun, sejak lulus sekolah dasar aku sudah merokok. Entah dari mana asalnya, yang aku ingat aku sudah merokok. Bapakku ketika itu juga perokok. Teman-temanku semuanya perokok.

Larangan merokok di sekolah, SMP ketika itu memang diberlakukan. Dan aku tidak merokok ketika di sekolah. Merokoknya ketika berangkat dan pulang sekolah saja. Atau ketika di rumah.

Karena bapak merokok, akhirnya aku tidak dilarang merokok. Ibu bilang, jika dilarang merokok di rumah maka akan merokok sembunyi-sembunyi. Jadi lebih baik diizinkan saja.

Waktu terus berjalan, hingga SMA kebiasaan merokok tidak aku tinggalkan. Malah bapak selalu menyediakan sebungkus rokok yang ditaruh di atas palang pintu. Jadi bila ingin merokok tinggal ambil.

Sehari kadang habis satu bungkus. Namun ketika ramadhan tidak habis, karena merokoknya hanya malam hari. Satu bungkus cukup untuk dua hari.

Sebenarnya tahu ada tulisan, ketika itu masih "merokok merusak kesehatan" tak aku indahkan. Nyatanya aktifotas olahraga yang aku ikuti tak mengganggu sama sekali.

Tetap main bola, main bola seperti teman lainnya. Kata teman-teman, pemain bola tidak boleh merokok. Nyatanya adu lari mengejar bola aku tetap juara. Yang tidak merokok juga main bola selalu kalah, dipecundangi tak henti-henti.

Selain main bola, aku juga aktif main basket. Tetap jago, meskipun merokok. Dan tim basket kami pernah juara kotamadya. Walaupun lebih separo pemainnya merokok semua.

Lulus dari SMA, kuliah jurusan teknik sipil. Hampir semua temanku perokok. Katanya, perokok akan menjurus ke arah narkoba. Nyatanya tak satu pun dari kami yang menggunakan narkoba. Minuman keras juga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2