Mohon tunggu...
SUROBLEDHEK
SUROBLEDHEK Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Badai di Atas Kepala

21 Juli 2019   12:17 Diperbarui: 21 Juli 2019   12:17 0 7 1 Mohon Tunggu...
Badai di Atas Kepala
Sumber: pixabay.com

Badai di atas kepala

Bersama hujan yang turun di musim kemarau
Aku lihat mendung itu bukan benar-benar dirimu
Datang ke pelataran, lalu basahi hingga banjir menggenangi
Ada apa ini?

Siang masih terang, mendung tak biasa
Godamu adalah badai
Hingga tsunami
Aku tak percaya, mengapa kau tega?

Anak-anakku kehilangan malam karenanya
Otaknya penuh, hanya dirimu yang diingatnya
Dalam canda, cerita di pojok kantin sekolah
Tak ada cerita lainnya

Aku harus bagaimana?
Sementara cakrawala terbuka
Tidak ada pelangi sanggup halangi
Begitu kuatnya

Sampai di sini,
Aku kembali menarik tangan
Menunduk sejenak di atas dipan
Melihatmu dari kejauhan, hilang ceria karena lelah tak terkira

Tanah Bumbu, 21 Juli 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x