Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Dasar Lelaki

19 Juli 2019   06:48 Diperbarui: 19 Juli 2019   16:17 0 11 11 Mohon Tunggu...
Puisi | Dasar Lelaki
muhsinbudiono.com

Dasar Lelaki

Kemarin, saya sudah memposkan puisi "Perempuan, Dasar" gelombang protes datang dari segala penjuru. Minta agar puisi dihapus. Tak puas dengan isinya yang menyudutkan perempuan. Tak pengakui kelakuan. Aku heran.

Terpaksa, demi keadilan. Mereka meminta dibuatkan puisi balasan.


Memang, lelaki selalu mengalah pada perempuan. Meskipun gagah perkasa dengan kekekarannya. Lelaki mengalah bukan karena kalah, tetapi karena penghormatan.

Apa katanya, "Lelaki mau menang sendiri. Mentang-mentang kekar daging dan kulit ari."

Maumu apa sih?

"Selalu perempuan yang dirundung."

"Terus terang saja."

"Pokoknya aku protes."

"Iya, maunya apa? Jangan berbelit belit."

"Sebel aku. Pasti fisik perempuan jadi sasaran."

"Eh, yang kemarin itu bukan fisik, tapi kelakuan."

"Awas saja, nyatanya mata laki-laki jelalatan."

"Salahnya, badan ditampil-tampilkan."

"Lihat saja nanti, akan aku kampanyekan penutupan aurat. Biar kapok tak bisa jelalatan."

"Tetap saja segala lenggang lenggok bebek ada, semut angkrang jua."

"Ikh, kejam."

"Ha ha ha."

"Malah tertawa, kalian tidak akan bisa lagi melihat tubuh kami. Tak akan ada lagi semangka, pepaya, jeruk bali atau apa itu. Pasti buah dada jadi sasaran pertama."

"Tetap saja kami tergoda."

"Kalau sudah tertutup semua. Apa yang membuat birahi kalian tergoda?"

"Tatap ada."

"Katakan, aku mau tau? Heran."

"Suara, coba jangan bersuara. Pasti lelaki tak akan tergoda lagi. Week!"

"Dasar, lelaki!"

Tanah Bumbu, 19 Juli 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x