Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi Gelapnya Hitam

16 Juli 2019   09:31 Diperbarui: 16 Juli 2019   09:48 0 9 5 Mohon Tunggu...
Puisi Gelapnya Hitam
Image caption

Gelapnya hitam

Ketika aku melihat makanan enak dan uang
Badanku terasa sehat
Apalagi wanita cantik
Matahari pagi telah menelanjangiku
Meja besar menindih hingga sesak napas ini

Pada papan pengumuman desa kau tulis besar
Namaku ada di sana, urutan pertama
"Kumpulan pecundang, tolong hati-hati dengan orang ini," bunyinya
Tanah ini jadi pemakaman sunyi
Semua pintu terpaku dan kawat berduri, walau semua sudah kuketuk
Tak ada respon sama sekali

Gerhana matahari total sering terjadi
Bukan salahnya matahari
Juga gerhana bulan, kecantikannya tak pernah hilang
Aku ingin seperti itu
Salah sekali, membuatmu mengubur mati kebaikanku
Tidak adil namanya

"Jika tidak puas, ajukan saja ke mahkamah agung, jangan sebarkan hoaks merusak," teriakmu pada semua orang lewat

Bukan salah jika tiba-tiba kereta api berbelok,
Ada rel yang diikuti
Masinis hanya memutar kemudi
Siaga setiap saat
Nyatanya kereta juga sempat menabrak-nabrak

Alangkah bahagianya aku, jika sekali ini saja
Ulurkan tanganmu, "Kawan, salahmu sudah aku maafkan,"
Meskipun terucap dari bibir yang hitam
Atau dari hati yang penuh dendam

Tanah Bumbu, 16 Juli 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x