Mohon tunggu...
ROPINGI
ROPINGI Mohon Tunggu... Pendidik

Jika sudah dimulai jangan pernah segera diakhiri

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sisa Air Mata

13 Juli 2019   22:09 Diperbarui: 13 Juli 2019   22:34 0 11 2 Mohon Tunggu...
Sisa Air Mata
IDN Times

Sisa air mata

Sisa air mata adalah samudera, dimana seluruh derita berkumpul di sana
Kubawa pada setiap napas malam menjelang pagi
Aku tak peduli, apakah air mata ini berarti
Atau hanya hiasan pipi

Ini bukan tentang keinginan
Ini adalah tentang kerinduan
Ini bukan tentang perintah
Adalah tentang ketaatan

Seperti burung, pulang pergi pagi dan sore hari
Dengan niat suci
Mencari makan pulang dengan perut kenyang
Atau cicak bergerak pelan dibalik dipan
Ia kenyang dengan mangsa yang bisa terbang

Kelambu hangat adalah nikmat
Makanan lezat membuat mulut lupa melumat
Atau pasangan hidup yang mampu memuaskan
Sampai kapan akan bertahan?

Setiap jiwa punya rasa
Ada tangis dengan air mata
Ada tawa terbahak hingga mengalir air mata
Sama saja, rasanya asin

Lalu kita gadaikan
Dimana akal sehat tersangkut, jika hanya secuil urat saraf mampu kau pungut
Ketika sisa air mata ini belum mampu membuat bahagia
Maka tiada lagi tempat meminta

(Untuk sisa air matanya bang Zaldy Chan)

Tanah Bumbu, 13 Juli 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x