Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Penumbuk Kopi

13 Juli 2019   20:44 Diperbarui: 13 Juli 2019   20:48 0 18 4 Mohon Tunggu...
Puisi | Penumbuk Kopi
Banyuwangi - Merdeka.com

Penumbuk kopi

Ia adalah penumbuk kopi
Keringat mengucur menghibur pada cafe besar
Iringan lagu syahdu menjadikan malam enggan berlalu
Senyuman semua hadirin, ikuti irama musik penggiring

Kopi hangat tidak nikmat lagi jika siang telah pergi
Tempat kerjanya buka di malam hari
Baginya matahari adalah teman tidur yang setia
Ia hanya bermimpi, kapan semua derita berhenti

Nikmat hanya ketika dicarik dengan semangat membara
Keringat mengucur naik turun jembatan dengan sedikit nyanyian kamuplase kelelahan
Hilang kekuatan, dengan cerita ketika muda ia mengoceh tak ada habisnya
Di becak ini sepasang kekasih berjanji setia, "Dunia ini hanya milik kita berdua."

Ia adalah penumbuk kopi, meracik setiap pagi dan petang
Untuk suami tersayang
Bahkan senyuman terima kasih telah hilang
Hanya ada berita, istri mudanya sedang hamil tua

Ia adalah derita yang menemani
Sabar jadi teman setia
Senyumnya tak lagi berharga
Tergantikan mimpi, ingin semua normal kembali

Tanah Bumbu, 13 Juli 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x