Mohon tunggu...
ROPINGI
ROPINGI Mohon Tunggu... Pendidik

Jika sudah dimulai jangan pernah segera diakhiri

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hanya Itu?

26 Juni 2019   21:27 Diperbarui: 26 Juni 2019   21:30 0 26 8 Mohon Tunggu...

Siang itu, burung hutan terbang ketakutan
Bulunya luruh satu-satu dalam tangisan bisu
Gelegar suara tak tau apa sebabnya
Tetiba membuncah hancurkan indah sebuah perkara

Seakan laju lahar gunung merapi itu  keluar dari mulutmu
Padahal salahku hanya karena tidak tahu
Awan panas hingga ribuan mil, kau bacakan berita tanpa semilir
Kawah itu kosong, lihatlah ada rongga di kepala

Katanya kau punya nama,
Seribu karya sudah tercatat di mana-mana
Ketika awan hitam ada di depan mata, gegabahmu buktikan tak bisa apa-apa
Padahal, label profesional sudah melekat di dahimu

Sudahlah, sumbat saja kawah berapi semampumu
Menunduklah jika malu
Jangan kau tiup lahar panas itu
Aku yakin suatu saat ia akan membunuhmu

Tanah Bumbu, 26 Juni 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x