Mohon tunggu...
ROPINGI
ROPINGI Mohon Tunggu... Pendidik

Jika sudah dimulai jangan pernah segera diakhiri

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Orang Memanggilnya Ma Irum

17 Juni 2019   08:36 Diperbarui: 17 Juni 2019   11:13 0 15 3 Mohon Tunggu...
Orang Memanggilnya Ma Irum
islamidia.com

Pagi-pagi sekali ia sudah berjalan. Dengan gendongan. Kita pasti menyangka dalam gendongan ada barang yang layak diperdagangkan. Kita ternyata salah. Dalam gendongan hanya ada sajadah dan mukena. Ia bukan pengemis cinta. Juga bukan peminta-minta yang kemaruk akan harta.

Setapak demi setapak langkah kaki berganti. Tak lelah sampai di sini. Wajah sumringah ia sampaikan salam pada orang ketika berpapasan. "Selamat pagi, semoga hatimu cerah hari ini" senyumnya merekah. Kadang bersenandung dan hanya ia yang mengerti maknanya.

Beberapa anak melemparinya dengan macam-macam barang yang ditemukannya. Ada kaleng bekas air mineral. Sering batu kerikil di tepi jalan. Sambil meneriaki, "gila, gila, gila, ...." Kemudian anak tertawa-tawa. Tak merasa berdosa. Wajar, masih anak-anak tak tau apa-apa.

Orang yang melihat kejadian itu tak satu pun yang melerai, atau menghentikan. Mereka asyik dengan kesibukannya sendiri. Malah terdengar gumam, "emang orang gila" tak acuh akan nasibnya.

Ia dikenal manusia sebagai orang gila. Tak ada hukum menjeratnya. Hingga masa menutup usianya. Dan, ketika tengah malam selesai pemakamannya. Makam itu bersinar. Mengeluarkan cahaya biru terang. Bahkan lebih terang dari kembang api ketika tahun bari atau lebaran.

Entah bagaimana nasibnya di alam sana. Yang jelas ia berbeda. Tak setiap orang mampu seperti dia. Hanya tersenyum dengan ejekan sepanjang hidupnya. Ia adalah "Ma Irum" wanita paruh baya dengan lipstik tebal tak terkira. Dan blepotan kemana-mana. Bedak tebal menutupi wajah aslinya.

Tidak seperti kita. Paras cantik dan gagah perkasa. Banyak kebencian ditebar tak tau apa sebanya.

(Legenda dari Banjarmasin)

Tanah Bumbu, 17 Juni 2019