Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Lagu Sunyi

6 Juni 2019   07:01 Diperbarui: 6 Juni 2019   07:07 0 14 5 Mohon Tunggu...
Puisi | Lagu Sunyi
buzzfeednews.com

Lagu sunyi diputar lagi jadi bingkai lukisan mati. Hitam tetap lambang hidup yang kelam. Dan putih  selalu merasa paling bersih. Pengakuan kesucian dijunjung tinggi tanpa kebencian.

Hari berlalu jadikan jelaga kian tebal kemudian mulai teguran kebal. Pada langit-langit kamar hingga pandangan jadi samar. Celoteh ria lupa sakit dikira-kira.

Teruslah ia bernyanyi dalam senandung sepi. Pengaruhi otak-otak mati pada kotak-kotak peduli. Jejalkan keinginan, kesenangan, hingga paksaan mulai dilancarkan. Berkedok kebenaran. Keadilan dan keselarasan ia panggang di depan pelataran. Pada rumah-rumah. Pada kantor-kantor. Pada pasar tradisional.

Kita dipaksa makan hidangan siang. Bubur nasi selayaknya makanan bayi. Dijejalkan pada mata, telinga, juga kepala. Masih kurang. Ia takkan pernah merasa kenyang.

Tanah Bumbu, 06 Juni 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x