Mohon tunggu...
Ropingi Surobledhek
Ropingi Surobledhek Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hampir Musnah

19 Mei 2019   19:06 Diperbarui: 19 Mei 2019   21:38 0 16 3 Mohon Tunggu...
Hampir Musnah
Kanal Kalimantan

Ia adalah kaki bukit dengan semak-semak pohon halaban
Ia adalah tempat bermain punai tanah dan burung hutan
Kala karamunting berbuah; kutilang, karuang, dan   cecak hijau manja memakan separo unjung matangnya
Melepaskan kotoran ke seantero hutan

Ia adalah tradisi nenek moyang dayak pedalaman
Menjaga hutan seperti bayi dalam buaian
Tak sempat menangis dalam pangkuan
Dalam kebersamaan salam selalu diucapkan pagi dan petang kepada seluruh penghuni hutan perawan

Lalu, datang pengaku pemilik peradaban
Dengan buldozer beserta perlengkapan perang
Telur-telur ular dilindas diratakan
Anak-anak beruang diambil lalu jadi mainan

Ia adalah keberagaman dengan kebersamaan
Diaduk dibakar hanya untuk sebuah tujuan
Kekuasaan dan kekayaan
Dipatok dipagar diambil atas nama kemakmuran

Ia adalah penghuni pertama rimba belantara
Tersisih hingga dalam goa
Hutan musnah seketika
Tradisi dipertahankan dalam pesta-pesta berubah hingga pertunjukan dunia

Hutan murka:
Anak-anak kami hanya jadi cerita
Hutan budaya
Hutan wisata
Hutan produksi
Hutan entah apalagi namanya
Semua sama

Tak ada lagi karamunting, tangis kutilang, karuang, dan cecak hijau dalam sangkar indah jadi lomba meriah
Kebanggan

Di mana madu tawon bersarang?
Ia tak kuasa lagi menyengat
Tak kuasa mengisap madu
Ia hanya serangga
Ia adalah tanda hutan lestari, porak poranda karena segelintir orang lupa diri

Pak Kepala Desa menutupi dan berdalih:
Masyarakat bertani
Memasak gula aren penopang kehidupan
Hingga bambu hanya laku untuk tusuk sate
Kerajinan tangan ibu-ibu

Dan, ketika mereka datang
Pak Kepala desa jadi sasaran kekuasaan
Pertahankan lestari hutan jadi ancaman
....

Tak tega aku mau mengatakan:
Hutanku musnah
Kekeringan merambah ketika kemarau datang
Banjir bandang dendam seluruh kampung ketika hujan datang

Dengan enak mereka berkata:
Ini bencana nasional
Galang gerakan kemanusiaan untuk mereka
Mereka saudara kita

Lalu, kerjamu kemaren apa?
Lupa?
Hutan kau babat
Dan kau ganti dengan milikmu sendiri
Untuk kantong-kantong penuh berisi
Tak perduli
Hutan mati beserta para penghuni
Atau sengsara
Karena mereka semua layak disebut babi

Tanahbumbu, 19 Mei 2019