SUROBLEDHEK
SUROBLEDHEK Guru

Hari baru, semangat baru, wajah baru, ayo siapa mau

Selanjutnya

Tutup

Puisi

[EMPSK] Kesepian Itu Menyiksanya (1)

15 Mei 2019   20:29 Diperbarui: 16 Mei 2019   01:17 159 36 12
[EMPSK] Kesepian Itu Menyiksanya (1)
Eramuslim


Ketika pagi Ia masih asyik bercanda dengan malam
Nenek pernah berkata, anak gadis dilarang melamunkan kasih yang sudah hilang
Sambil tersenyum manis mengelak, waktunya sudah berbeda
Ada banyak pria yang siap menggantikan

Ia menyimpan rindu pada selembar selendang
Kenang-kenangan ketika masa pacaran
Setiap malam selendang itu ia nyanyikan tembang kesepian
Tembang tentang rindunya yang tak berkesudahan
Dan, nenek mendengar jelas tanda kesedihan

Ia menyampaikan salam pada setiap perjaka lalu lalang
Lupa malu, lupa isarat kasihan
Pada burung kadang ia titipkan pesan
Kekasih cepatlah pulang
Atau ijinkan aku menyusulmu sebelum siang

Nenek dari balik jendela selalu meneteskan air mata
Kenapa zaman berubah begitu cepatnya, berbeda dengan zamannya ketika muda
Saat itu, kata cinta hanya disampaikan lewat secarik kertas lalu jadi pusaka

Ia tak pernah peduli tentang semua itu
Yang penting kesepiannya berlalu
Dan jagad tahu, ia masih memiliki berlimpah rindu

Waktu berlalu, kini nenek tiada lagi
Aku ikut mengantarnya ke pemakamannya bersama teman sekampung
Nenek adalah teladan wanita ketika itu

Tak pernah menggunakan behel dalam cadarnya
Tak pernah mencukur bulu kaki dibalik jubahnya
Tak pernah bercermin bahkan untuk suaminya
Kata nenek, perhiasan ada di hati
Yang bersih hatinya akan bercahaya seluruh tubuhnya
Akan wangi oramanya
Akan dicinta siapa saja

Lalu kau datang padaku
Menulis sebaris puisi,
Ajari aku mencinta
Lama aku berfikir, menyimak kalimatnya
Aku akan berkata, namun takut menyinggung perasaan lembutnya
Aku akan tersenyum takut dikira sedang mengejeknya
Aku diamkan takut tidak menghiraukannya

Dengan takut kemudian aku berkata:
Tutup mulutmu dengan cadar hitam, bukan kain dan sorban
Desahmu adalah napsu
Lirikanmu adalah candu
Gemulai tubuhmu ada surga bagi mata lelaki lainnya

Kau akan diminta pertanggungjawaban dari sebilah rambut yang jatuh kemudiannya

Tanah Bumbu, 16 Mei 2019