Mohon tunggu...
ROPINGI
ROPINGI Mohon Tunggu... Pendidik

Jika sudah dimulai jangan pernah segera diakhiri

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Terbentang

5 Mei 2019   10:52 Diperbarui: 5 Mei 2019   12:05 0 29 9 Mohon Tunggu...
Puisi  |  Terbentang
View invite.co

Toilet itu hari ini ia masih di sana
Menanti dengan mesra orang-orang menyelesaikan hajatnya
Hanya seorang anak kecil penunggu di depan pintu
Sambil mainan kelereng, kedua telinganya mendengarkan receh masuk dalam celengannya

Ia tak sempat menghitung berapa orang sudah mengabil jasanya
Tak sempat mengeluh apa yang ditinggalkannya
Tak sempat mendengarkan tarikan napas lega
Ia pasrah menerima takdirnya

Hari ini, roda kehidupan menggelinding menuntunnya berada di atas
Disediakan waktu penuh mencuci segala raga
Mencuci cegala jiwa
Janjinya hanya satu, fitrah kembali bagi yang sudi memperbaiki

Dibentangkan siang dua belas dengan kelaparan
Dihamparkan malam dua belas jam dengan kemesraan
Langit dibuka untuk setiap pujian
Untuk setiap permohonan

Jika demikian murah berlian ditawarkan
Jika demikian banyak cinta dicurahkan
Jika demikian luas amnesti dari Yang Maha Terpuji
Bilakah sempat berniat menjemput sendiri?

Tanahbumbu, 5 Mei 2019