Mohon tunggu...
SUROBLEDHEK
SUROBLEDHEK Mohon Tunggu... Belajar hidup

Cukup ini saja

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Ini Kopi Dalam Negeri, Bapak

1 Mei 2019   18:54 Diperbarui: 1 Mei 2019   19:16 0 44 18 Mohon Tunggu...
Puisi | Ini Kopi Dalam Negeri, Bapak
Tribun Bali - Tribunnews.com

Ini kopi dalam negeri, Bapak
Dipetik dari dataran tinggi
Dengan tangan mungil kelahiran desa asri
Dijemur oleh kakek kami dalam falsafah nenek moyang bahari

Ini kopi dalam negeri, Bapak
Harumnya wangi ramah santun tak tertandingi
Rasanya nikmat seduhan putri raja dahulu kala
Tersaji pada poci tembikar tanah leluhur

Ini kopi dalam negeri, Bapak
Bubuknya ada di tangan kami
Anak negeri, kami lahir di sini
Besar dalam pelukan ibu pertiwi

Bubuk kopi sesekali diseduh pada perjamuan
Hanya dalam toples jadi pajangan
Dibicarakan dengan sejuta pujian
Jadi kebanggan di setiap pertemuan

Bubuk kopi berjamur berdaki
Rasanya tak pahit lagi
Harumnya sudah tak wangi
Kopi nikmat kini basi

Apa yang terjadi?
Kopi tumpah ke jalan-jalan
Minta sedikit perhatian
Orasi disampaikan dengan hati penasaran

Apa yang terjadi?
Outsorsing jadi keputusan penguasa
Timpakan sengsara hingga kopi tak lagi berasa
Kesedihan menutup hidung, wangi kopi menusuk paru-paru ciptakan kanker

Apa yang terjadi?
Akh, sudahlah tak terjadi apa-apa
Semuanya telah menutup kenyataan
Dan nasib kopi, bukan seduhan nikmat di pagi hari

Tanah Bumbu, 1 Mei 2019