Mohon tunggu...
ROPINGI
ROPINGI Mohon Tunggu... Pendidik

Jika sudah dimulai jangan pernah segera diakhiri

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Mereka Sakti

19 April 2019   15:41 Diperbarui: 19 April 2019   22:11 0 33 8 Mohon Tunggu...
Puisi  |  Mereka Sakti
poskotanews.com

Selepas senja, gelap malam sepi derik jangkrik menemani
Aku berfikir sejenak
Ada deretan nama terpampang di televisi
Anggota dewan terhormat yang akan mewakili

Suara dari bumi
Suara hasrat-hasrat hati
Hanya ingin agar esok dan lusa mudah cari kerja
Sekolah tak mahal bayarnya

Sakit tak segera lenyap nyawanya
Pada anggota dewan nasib bangsa ia gantungkan
Temanku datang, mengucap salam
Duduk berhadapan serius menatap tajam ke arahku

Berkata ia :
Bapak tolong doa restu ya?
Saya akan mendaftar jadi anggota dewan
Beberapa orang meminta saya mencalonkan

Saya tidak bisa menolak
Demi partai yang menyuruh saya, biar lelah tak mengapa
Tandanya kehadiran saya masih diperlukan

Aku bertanya:
Bapak, nanti akan memperjuangkan apa?
"Saya guru. Jadi nasib guru pasti akan saya perjuangkan."

Bapak, sekolah swasta kenapa bayarnya mahal?
"Nanti akan saya usahakan agar sekolah gratis. Tidak akan ada bayar-bayaran."

Bapak, kurikulum kita ini sekarang seperti apa?
"Nanti kurikulum akan saya ganti juga. Harus mementingkan karakter bangsa."

Aku tersenyum
Bapak tersebut pulang
Meskipun ia menaruh pedang di leherku
Meskipun jempolku cuma satu
Niscaya ia tidak akan aku pilih jadi wakilku

Hanya seorang manusia
Menentukan nasib esok atau lusa saja masih membutuhkan pertolongan teman lama

Mau jadi Tuhan?
Mengubah segalanya dengan gampang
Sadarlah
Tidur sebentar, siapa tau pikiranmu segar

Tanah Bumbu, 19 April 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x