ROPINGI
ROPINGI Guru

Jika sudah dimulai jangan pernah segera diakhiri

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Salah?

20 Maret 2019   08:47 Diperbarui: 20 Maret 2019   09:18 187 49 28

Alangkah sepinya senyap di situ
Heningnya akibat prahara lalu pada bilik privasi berlaku sampai ke telingaku
Salahmu, mengapa mulutmu tak berbau
Ucapakan kecerobohan beri penilaian sesuatu

Orang gila, kau nilai dengan akal sehat tanpa nalar
Lalu lontarkan bola api dikira siap menghajar
Hingga telinga dan mata jadi perih dan berkobar terbakar
Menyebar semua disasar

Aku yakin, hari ini hatimu hangus mengapur rapuh seketika
Darahmu mendidih dan putih tulang pipih
Namun, jempolmu tertatih
Kalian bisa apa?

Silakan buat pengakuan dosa
Atau, permohonan maaf untuk sementara
Lakukan bersama-sama, jika itu membuatmu lega
Lalu, aku pasti akan tertawa

Aku adalah anak senja
Hanya mampu menatap mega ketika temaram menjelang petang tiba
Tak akan buta, walau selamanya tak pernah pejamkan mata
Jadi jangan tantang aku untuk berlari ikuti kedipkan dusta

Aku datang hanya ingin bergandengan tangan
Dengan sayap tipis kalian semua kuajak terbang melintasi awan
Kau, terlalu banyak makan
Hingga perutmu buncit menambah berat beban

Kini, ingatlah ucapku satu kalimat saja
Aku adalah manusia
Ada salah pada setiap langkah tereja dan tangis dalam setiap sedih mendera
Karena itu, cukuplah pelajaran ini hingga takkan terlulang lagi nantinya

Tanah Bumbu, 20 Maret 2019