ROPINGI
ROPINGI Guru

Ketika semua dimulai jangan pernah segera diakhiri

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Prosais | Sekiranya Kau Bukan Melati

11 Februari 2019   19:27 Diperbarui: 11 Februari 2019   22:57 268 50 33
Prosais  |  Sekiranya Kau Bukan Melati
Tribun Jambi - Tribunnews.com

Sekiranya kau bukan melati, tak mungkin siang malam aku pikirikan. Harum rambutmu telah ajarkan nikmatnya rindu tak terperikan. Palajaran sayang telah lama kau berikan. Cinta tumbuh, padahal hanya mampu memuja dalam tulisan.

Sekiranya kau bukan melati, tak mungkin jadi hiasan mayang mengurai. Setiap pagi kunanti mekarmu lewat jendela sunyi. Semilir angin kuhirup wangi. Hanya agar aroma tubuhmu mengisi rongga hati. Setelah itu, seharian hanya harummu menyebar mewakili.

Sekiranya kau bukan melati, haruskah aku undur diri? Belajar berdiri pun aku belum sanggup, apalagi berlari. Mana mungkin kau usir pergi. Jika hidupku membuatmu tersakiti, izinkan lanjaranmu kupegan erat lagi. Aku ikhlas meregang nyawa begitu lama nikmati aliran listrik sebelum mati.

Sekiranya kau bukan melati, aku yakin malam-malamku akan sepi.

Sekiranya kau bukan melati. Aku tak menyangka kau mawar ungu berduri. Menawan bagi setiap kumbang yang datang. Lalu, mati perlahan dalam erangan menyakitkan. Disadari atau dipaksakan melayang hilang.

Tanah Bumbu, 11 Februari 2019