Mohon tunggu...
ROPINGI
ROPINGI Mohon Tunggu... Pendidik

Jika sudah dimulai jangan pernah segera diakhiri

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Prosais | Amalan

13 Januari 2019   00:07 Diperbarui: 13 Januari 2019   00:28 0 10 4 Mohon Tunggu...
Prosais  |  Amalan
Pixabay.com

Oleh ROPINGI

Belum selesai kumerenung ternyata beberapa pelajaran sudah pergi mencari induk semang sendiri. Seakan lebah madu berarak pindah sarang hitamkan langit sekelebat menuju rumah baru untuk sang ratu. Tujuan pasti dan takkan kembali.

Pencerah membungkuk siap cium tangan untuk ikuti ajaran yang diberikan. Kita malah terbahak, lelucon apa yang sedang diperagakan. Lalu banteng liar amuk di arena matador jadi umpan canda sebentar mati korban keserakahan diri.

Ketika lomba busana jejer montok dada diperagakan paha ramping lenggang lenggok betis kecil mulus kaiskan birahi memancar sekejap. Hilang dalam gelap pekat bahkan bayangan pun tak bisa tambahkan nikmat. Tetap saja malam berhenti seorang diri.

Aku pun cari sensasi lewat relung gelap intip di sela jemari dan jempol pisahkan hasrat nikmat sekejap. Lelah laba-laba jantan korbankan diri setelah nikmati istri rela ditelan hidup-hidup. Itulah bukti setia. Namun kita selalu lupa.

Belum terlambat, nikmat sekejap sia-sia berujung duka lupa semua kita punya tanggung jawab beda. Di tangan mana Buku Amalan diterima.

Lebah; pencerah; banteng matador; atau laba-laba jantan hanya pelaku sejati. Sementara kita adalah korban berserak butuh tanggung jawab.

Tanah Bumbu, 13 Jan 2019