ROPINGI
ROPINGI Guru

Ketika semua dimulai jangan pernah segera mengakhiri

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Aku Tertunduk Malu

7 Desember 2018   10:03 Diperbarui: 7 Desember 2018   10:25 158 5 1

Duhai ayah berapapun lumuran hitam yang menyelimutimu. Pulanglah, ada mata mungil menantimu. Ada kedip sayu sangat mencintaimu.

Duhai ibu, apapun keluh kesahmu. Bersyukurlah masih ada ayah yang melindingimu. Masih ada kami anak-anakmu yang selalu taat dan sujud di kakimu.

Duhai anak, lihat keriput kening ayahmu. Keringat mengalir mengguratkan tanda letih membesarkanmu. Perhatikan noda di pipi cantik ibu. Air mata membekas hitam lunturkan kecantikan. Demi berhasil dan bahagia anak tercinta. Keselamatan untuk suami terkasih.

Duhai kita, apa yang kita punya berikan semua jangan sampai ada sisa. Senyuman keberhasilan, kebahagiaan. Seisi dunia yang menjadi milik kita hadiahkan demi ibu. Di kaki ibu ada bahagia. Di pundak ayah semua dijaga. Rawat mereka hingga bahagia berakhir sempurna.

Aku tertunduk malu. Belum sempat memberikan sayang. Belum sempat memberikan kebahagiaan. Belum sempat menengadahkan tangan. Jangak kutuk aku karena kebodohan dan keserakahanku. Jangan hardik aku karena kesombonganku. Ampuni aku ibu, maafkan aku ayah.