Mohon tunggu...
Ronny Dee
Ronny Dee Mohon Tunggu... Full Time Blogger - I'm a teacher, a father and a husband. I love Indonesia

I'm a teacher, a father and a husband. I love Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Pinjol Ditampol Kominfo, Johnny Plate Gaspol Take Down Pinjol Ilegal

22 Oktober 2021   22:32 Diperbarui: 22 Oktober 2021   22:41 57 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
(Suara: Menkominfo Johnny Plate)

Realita merajalelanya pinjol ilegal yang marak terutama di pulau Jawa pada akhirnya makin menyengsarakan rakyat. Jaringan pinjol juga berjejaring dan kongkalikong membuat jebakan yang berdampak pada peminjam akhirnya mencari pinjol lainnya yang ternyata jaringan mereka sendiri.

Cara-cara penagihan pinjol yang brutal bersama dengan bunga yang fantastis membuat mereka yang terjebak pinjol makin menderita. Penderitaan mental itu terus bergulir tiada henti. Penderitaan berlipat akibat teror dalam berbagai bentuk sampai berujung pada warga memilih mengakhiri hidupnya alias bunuh diri.

Media mencatat ada empat kasus bunuh diri dalam beberapa tahun terakhir akibat jeratan pinjaman online ilegal. Korban terkini adalah seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Miris. Tak kuat menghadapi teror penagih utang maka dia memilih bunuh diri pada Sabtu, 2 Oktober 2021. Alangkah mengagetkan karena terekam dia melakukan pinjaman ke 23 pinjol. Para penagih yang sudah tahu kematian almarhumah sudah tak lagi mendatanginya. Ya jelas, tak mungkin melakukan penagihan ke alam atau dunia lain.

Tapi kembali ke dunia nyata, korban bunuh diri karena pinjol ada pula dari kaum pria. Tahun lalu ada seorang pria yang viral karena bunuh diri dengan kasus yang sama, terjerat pinjol pula. Karena desakan ekonomi dan para bos pinjol memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Bisa jadi ada korban-korban lainnya tapi tidak terekspos atau ditutupi karena dianggap ini menjadi aib keluarga yang memalukan.

Melihat efek pinjol ini makin meluas mendorong Presiden Jokowi bersikap tegas terkait penyalahgunaan hingga aksi yang sudah mengarah ke tindak pidana dari pelaku pinjaman online. Mau meraup untuk dengan bunga yang bukan lagi sekelas lintah darat tapi sekelas T-rex. Intinya bunga yang mencekik ditambah penagih yang bengis membuat hati tersayat dan teriris. Para korban dipepet dan diteror siang dan malam dan berujung kepanikan yang melanda tiada henti. Korban pada akhirnya ditawarkan lagi pinjol yang katanya di bawah naungan perusahaan yang sama padahal itulah jebakan maut mereka.

Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah lama gercep dalam upaya pemberantasan pinjol ilegal penyengsara rakyat ini. Untuk 2021 ini, Kominfo sudah menindak dan menutup 1.856 pinjol yang ada di berbagai situs, YouTube, Facebook, Google Play Store, Instagram dan aplikasi untuk berbagi berkas.

Dengan kemudahan di dunia digital menjadikan pinjol leluasa untuk menawarkan iming-iming atau kemudahan pinjaman secara instan. Tak pelak, Kominfo harus agresif memerangi aksi mereka yang gencar dan licik dalam bergerilya mencari korbannya secara online. Apalagi aksi mereka itu didukung dengan data yang masif membuat mereka terus melancarkan rayuan dan iming-iming solusi isntan tapi berujung derita dan sengsara berkepanjangan.

Menkominfo pak Johny Plate menyatakan bahwa Kominfo juga turut melakukan moratorium penerbitan izin penyelenggara sistem elektronik untuk pinjaman online (pinjol).

"Pertama, Otoritas Jasa Keuangan akan melakukan moratorium untuk penerbitan izin fintech atas pinjaman online legal yang baru dan karenanya Kominfo juga akan melakukan moratorium penerbitan penyelenggara sistem elektronik untuk pinjaman online yang baru, meningkatkan 107 pinjol legal yang saat ini telah terdaftar resmi dan beroperasi di bawah tata kelola OJK," kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, ujarnya dalam keterangan pers usai rapat bersama Presiden di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (15/10/2021).

Pak Johnny Plate menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah tegas dan tanpa kompromi untuk bersih-bersih ruangan digital dari praktik-praktik pinjaman online ilegal atau pinjaman online tidak terdaftar yang dampaknya begitu serius.

Langkah serius dari Kominfo ini harus terus dilakukan karena namanya pinjol akan terus eksis secara online. Kalau bos-bosnya belum terciduk maka peluang untuk mereka kembali eksis itu sangat besar. Apalagi ternyata ada juga bos pinjol dari luar negeri yang saat ini terus diburu oleh petugas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan