Ronald Wan
Ronald Wan Trader and Freelancer

@Pseudonym | Love to Read | Try to Write

Selanjutnya

Tutup

Tekno Pilihan

"Artificial Intelligence", "Matrix" dan "Terminator"

14 September 2017   09:57 Diperbarui: 14 September 2017   10:44 1028 21 16
"Artificial Intelligence", "Matrix" dan "Terminator"
Ilustrasi (Forbes.com)

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menurut wikipedia adalah "intelligence exhibited by machines, rather than humans or other animals (natural intelligence, NI)" terjemahan bebasnya kecerdasan yang ditunjukkan oleh mesin dibanding dengan kecerdasan manusia atau binatang yang merupakan Natural Intelligence

Menurut Merriam Webster (kamus online) adalah cabang dari pengetahuan komputer yang berhubungan dengan kecerdasan pada komputer.

AI saat sudah berkembang cukup pesat, salah satu yang mungkin kita sudah gunakan adalah SIRI (Apple) dan Google Assistant dimana cukup dengan perkataan kita sudah bisa memerintahkan asisten digital ini untuk berbuat sesuatu untuk kita. Misalnya untuk mencari artikel yang kita inginkan di internet.

Mark Zuckerberg (pendiri Facebook) dan Elon Musk (pendiri Tesla dan Space X), beberapa waktu yang lalu sempat berdebat tentang AI. Dimana Musk menyatakan kekhawatirannya tentang perkembangan AI, yang menurut Musk bisa berakibat pada kehancuran dunia. Jika tidak segera mulai diantisipasi dengan aturan.

Zuckerberg berpendapat bahwa kemungkinan terjadinya kehancuran dunia akibat AI sangatlah kecil. Kekhawatiran Musk sangatlah berlebihan dan sebagai propaganda negatif yang berlebihan.

Saya melihat kemajuan AI sendiri tidaklah bisa dibendung. Sampai suatu saat mungkin akan muncul robot seperti karakter Data dalam serial Star Trek yang bisa belajar sendiri dan membuat keputusan dengan menggunakan otak positronik  (sebuah imajinasi tentang komputer oleh Isaac Asimov). Lebih menarik lagi Data memiliki kepribadian.

Apakah dalam waktu dekat bisa terwujud?

Kemampuan AI, menurut saya masih terbatasi oleh 2 hal. Pertama adalah kemampuan komputasi. Sekarang ini chip pengolah data sudah hampir tidak bisa dikembangkan lagi. Karena jumlah transistor yang bisa dilekatkan di dalam sebuah chip sudah hampir mencapai titik maksimal. Perlu alternatif lain untuk dapat meningkatkan kemampuan pengolah data.

Bio Computer dan Quantum Computer adalah beberapa kemungkinan yang akan bisa memecahkan terbatasnya kemampuan komputer sekarang. Bio Computer adalah suatu komputer yang menggunakan molekul biologi seperti DNA dan protein sebagai alat untuk melakukan pengolahan data, seperti perhitungan yang melibatkan penyimpanan, pengambilan serta proses data.

Quantum computer adalah sebuah komputer yang dibuat berdasarkan teori mekanikal quantum . Sampai saat ini pengembangan quantum computer masih dalam tahap awal.

Kendala Kedua dalam pengembangan AI adalah masalah penyimpanan data. Manusia memiliki otak yang dapat menyimpan data sebanyak 1 Petabyte atau seluruh informasi yang ada di internet bisa disimpan dalam satu otak manusia (prediksi kemampuan penyimpanan data). Livescience.com

Perkiraan saya kendala penyimpanan data ini juga bisa dipecahkan dengan teknologi komputer bio. Dimana mungkin suatu saat kemampuan penyimpanan data otak manusia bisa ditiru.

Jika kedua masalah ini terpecahkan perkembangan kemampuan AI akan sangat pesat. Tetapi saya tidak tahu apakah AI bisa juga berimajinasi seperti manusia, sehingga terkadang hanya dengan sangat sedikit data. Manusia bisa mengambil keputusan yang tepat. Selain juga imajinasi yang berhubungan dengan kreatifitas.

AI yang sudah berkembang secara maksimal, mampu belajar sendiri, mampu membuat keputusan sendiri dan diberi wewenang tertentu oleh manusia. Kemudian ada hacker yang iseng dan menjebol pertahanannya.

Memberi perintah kepada AI  "Lindungi Manusia". Saya melihat adanya kemungkinan terjadinya film Matrix di dunia ini. Dimana manusia dihubungkan dengan komputer sehingga semua yang terjadi hanyalah terjadi di dalam otaknya. 

Mengapa?

Karena manusia semakin banyak dan usia harapan hidup semakin tinggi . Jika tidak ada perkembangan teknologi antariksa yang bisa membawa manusia dalam jumlah banyak ke luar angkada serta tidak ditemukan planet yang bisa dihuni. Maka kemampuan bumi untuk memenuhi kebutuhan manusia akan sangat kurang.

Dalam rangka "melindungi manusia" AI bisa saja memutuskan bahwa jalan terbaik adalah dengan menghubungkan semua manusia ke komputer. Sehingga sumber daya bisa dihemat demi kelangsungan hidup manusia.

Sang Hacker iseng bukan memberi perintah "Lindungi Manusia" tetapi " Lindungi Bumi" maka kemungkinan terjadinya perang antara AI dengan manusia akan bisa terjadi seperti dalam film Terminator. Manusia adalah pengguna sumber daya terbesar dan jika bumi ingin tetap ada. Maka kemungkinan manusia harus dimusnahkan.

Pertanyaannya adalah kemanakah AI akan berkembang?

Perlukah regulasi perkembangan AI?


Referensi



Salam

Hanya sekadar berpikir