Mohon tunggu...
Ronald Wan
Ronald Wan Mohon Tunggu... Freelancer - Pemerhati Ekonomi dan Teknologi

Love to Read | Try to Write | Twitter: @ronaldwan88

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Maaf, Apakah Hanya Basa-basi?

13 September 2017   08:59 Diperbarui: 15 September 2017   12:23 1962
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi (http://sidomi.com)

Dalam percakapan sehari-hari, kita sangat sering menggunakan kata maaf. Excuse me dalam bahasa inggris diucapkan maaf permisi. Pardon me, maaf boleh di ulang kembali. I am sorry, saya mohon maaf. Please get me the tissue, maaf tolong ambilkan tisu.

Ini mungkin adalah budaya Indonesia. Tetapi apakah seringnya penggunaan kata maaf ini membuat maaf menjadi basa basi? Ketulusan yang mungkin akan terdilusi oleh seringnya penggunaan kata maaf.

Seorang boss berkebangsaan Jepang pernah bertanya kepada saya, mengapa seringkali dalam acara pamitan dengan kantor lama. Kita selalu meminta maaf. Sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab.

Bahasa adalah cermin dari suatu budaya. Mungkin ini yang terjadi sebuah budaya yang cenderung malu-malu dan tidak tegas sehingga kata maaf sering muncul dalam percakapan.

Budaya yang sulit mengatakan tidak dan sulit menyatakan apa yang diinginkan. Apakah ini yang terjadi? Sehingga maaf menjadi  sebuah kata yang sangat umum dan menjadikannya sulit dimaknai sebagai sebuah ketulusan.

Tetapi di sisi lain mungkin ini adalah keunggulan budaya Indonesia yang menonjolkan sopan santun. Sehingga untuk meminta tolong atau ingin melewati orang lain perlu mengatakan maaf.

Sopan santun yang saya rasakan sangat terjaga di dalam dunia nyata dan terkadang lepas kontrol di dunia maya.

Makna maaf sendiri menurut saya adalah mengakui bahwa kita berbuat salah dan mungkin boleh dibilang akan berusaha untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

Jika kita tidak salah, apakah perlu meminta maaf?

Kembali lagi ke diri kita masing-masing. Saya pribadi tetap akan menggunakan kata maaf dalam percakapan sehari hari. Namun dengan tujuan yang berbeda atau demi sopan santun.

Jikalau saya tidak salah saya tidak akan meminta maaf. Mungkin ini yang bisa menjadi pembedaan penyebutan kata maaf dan meminta maaf.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun