Mohon tunggu...
Ronald Sutanto So
Ronald Sutanto So Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

saya adalah seorang wiraswasta yang gemar membaca, menulis, dan mengamati alur kehidupan, serta merenungkan fenomena fenomena kehidupan yang terjadi

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Suka Duka Pelajar Perantau

25 Juni 2022   17:41 Diperbarui: 25 Juni 2022   17:50 251
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://i0.wp.com/ruangmahasiswa.com/wp-content/uploads/2016/10/Pantang-pulang-sebelum-sukses.jpg?fit=750%2C440&ssl=1

Keinginan untuk melanjutkan pendidikan dengan bersekolah atau berkuliah di luar kota atau luar negeri, merupakan impian banyak orang, karena dengan semangat dan jiwa petualang yang tinggi, membuat kita ingin menjajal pengalaman baru, jauh dari orang tua dan hidup mandiri. 

Beberapa hal positif yang biasanya dialami oleh para pelajar perantau, yakni.

1. Pelajar perantau dapat belajar untuk mengatur segala sesuatunya secara mandiri, mulai dari berusaha menyediakan segala keperluannya sendiri, mengelola waktu, mengatur keuangan, mempersiapkan obat-obatan dan vitamin ketika sakit, hingga merawat diri sendiri ketika sakit. Biasanya, pelajar perantau sudah dibekali dengan kemampuan dasar mengenai obat-obatan, seperti pereda demam, diare, dan alergi.

2. Membentuk karakter tangguh. 

Hal ini cukup unik, karena beberapa pelajar perantau biasanya memiliki semangat juang yang jauh lebih tinggi dibanding pelajar lokal, hal ini disebabkan oleh semangat untuk membuktikan diri, bahwa jauh dari orang tua, bukanlah sebuah penghalang untuk sukses di tempat perantauan. Bahkan, tidak sedikit dari pelajar perantauan yang bekerja atau memulai bisnis untuk menambah uang saku mereka. Hal ini memacu kreativitas untuk melihat peluang usaha dengan jeli dan mengeksekusi peluang tersebut. Sehingga ketika mereka lulus, mereka sudah lebih siap untuk menghidupi diri sendiri secara mandiri. 

3. Kaya pengalaman

Biasanya para pelajar perantau lebih banyak mengikuti kegiatan organisasi di sekolah atau universitas. Hal ini terkadang dilakukan untuk menambah soft skill (kepemimpinan, negosiasi, komunikasi, kerja sama tim, menambah relasi, mengatur waktu) dan meredakan rasa kerinduan pada kampung halaman, karena fokus yang teralihkan untuk berorganisasi.  

4. Kemampuan adaptasi yang teruji

Ketika memasuki lingkungan baru yang tidak familiar, pelajar perantau dipaksa untuk dapat beradaptasi secepat mungkin, karena biasanya, guru atau dosen meminta siswa untuk membentuk kelompok di pertemuan pertama, sehingga kemampuan untuk cepat beradaptasi, bergaul, dan teknik komunikasi agar lebih mudah diterima di lingkungan baru menjadi sebuah tuntutan yang sangat menantang bagi pelajar perantau untuk dapat bergaul dengan semua orang di dalam kelas atau di lingkungan baru itu. 

5. Kebanggan tersendiri untuk orang tua

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun