Mohon tunggu...
Ronald Dust
Ronald Dust Mohon Tunggu... Seniman - Seniman Musik dan Jurnalis

Seniman Musik dan Jurnalis

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Satu Pertanyaan Penting untuk Hannah (Tamat)

10 April 2017   04:05 Diperbarui: 10 April 2017   12:00 523
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bagian 2 (tamat)

Saya punya pertanyaan untuk bapak.

Ingat Hannah. Satu pertanyaan paling penting!

Bagaimana kondisi masyarakat di Mogadishu sekarang?” Sebenarnya Hannah tidak mengerti maksud pak Simon, mengapa beliau meminta pertanyaan yang paling penting? Sepenting apa? Apa maksudnya? Hannah hanya berharap yang ia tanyakan itu pertanyaan yang paling penting.

Perang saudara di Mogadishu sudah terjadi semenjak dua bulan lalu. Sudah diberitakan selama satu minggu terakhir bahwa kepulangan saya ke tanah air adalah untuk mengumpulkan dana. Saya juga sudah menginformasikan bahwa dana tersebut untuk mendapatkan pasokan makanan, obat-obatan dan selimut bagi masyarakat Mogadishu.” Pak Simon kembali tersenyum dan mengatakan “Pertanyaan Anda sudah tidak relevan saat ini, nona.

Ohh.. ehh....... Mmm... Aaa..” Hannah berpikir keras untuk mendapatkan kesempatan wawancara eksklusi dengan pak Simon. Wawancara itu akan menyelamatkan karirnya di Indonesia Urban. Ibu Linda hanya memberikan waktu satu minggu.

Baik.. bisa dipahami. Ehm. Bagaimana pendapat bapak atas respon Pemerintah dan DPR yang mengutuk keras serangan kelompok bersenjata terhadap masyarakat sipil di Mogadishu?” lanjut Hannah.

Pendapat mereka tidak mempengaruhi nasib masyarakat Mogadishu. Pertanyaan itu sama sekali tidak penting.

Ya ampun!! Tadi tidak relevan sekarang malah tidak penting... sama sekali lagi. Wawancara eksklusif bisa gagal total. Apa kata ibu Linda nanti, namanya juga pasti ikut tercoreng kalau aku sampai gagal. Pikirkan lagi Hannah, pikirkan lagii........ jangan menyeraahhhh! Grrrr...

Tanpa Hannah sadari, pak Simon terlihat masih sabar memandangi Hannah. Bodyguard pak Simon juga sedikit heran, tidak biasanya pak Simon mau meladeni jurnalis selama ini. Apalagi kalau jurnalisnya terlihat gugup dan....... penampilannya agak berantakan seperti Hannah.

Baik pak, saya paham. Gencatan senjata kedua belah pihak akan berakhir dalam dua hari ini. Anggota-anggota PBB menanggapi akan mengirimkan kekuatan militer untuk menghentikan perang saudara di Mogadishu. Apa pendapat bapak?” Hannah yakin ini pertanyaan penting karena berita gencatan senjata sedang hangat di beritakan media.

Senyum pak Simon belum hilang dari wajahnya dan ia masih sabar menjawab pertanyaan Hannah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun