Mohon tunggu...
Ronald Hutasuhut
Ronald Hutasuhut Mohon Tunggu...

Seniman Musik

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara

Apresiasi untuk PSI

20 April 2019   07:32 Diperbarui: 20 April 2019   07:43 0 7 3 Mohon Tunggu...
Apresiasi untuk PSI
Kompas

Partai Solidaritas Indonesia, partai anak muda? Bukan. Partai politik tidak bisa dinilai dari usia para kadernya; nanti juga mereka menua. PSI adalah partai yang memiliki ide dan semangat jiwa muda, dan dewasa. Dan itu penting!

"Tua itu pasti, Dewasa itu pilihan"

Budaya politik bangsa Indonesia sangat sulit berkembang. Hal yang baik dapat dengan mudah diobrak-abrik menjadi jelek, tetapi hal yang buruk sulit sekali menjadi benar. Sama seperti manusia pada umumnya.

Melihat semangat dan gagasan-gagasan yang cerdas nan segar yang dimiliki PSI, PSI merupakan harapan yang dapat membawa budaya politik Indonesia menjadi lebih baik. Ada alasan yang kuat untuk mengatakan itu. PSI hadir dengan segudang gagasan kreatif dengan daya dobrak yang tinggi.

PSI menawarkan sistem perekrutan kader melalui penilaian uji kelayakan dari para tokoh dan profesional. Hal yang tidak dimiliki partai lain. Partai-partai politik lain kemungkinan besar hanya akan menerima tokoh/profesional yang mendukung partainya, lalu menganggap tokoh/profesional yang mendukung partai lain sebagai 'bayaran' partai yang didukungnya.

Padahal kita tahu bahwa penilaian "Profesional" itu seharusnya tidak memandang bulu dan kartu keanggotaan partai. Calon kader yang buruk, ya tidak layak. PSI mengundang para tokoh dan profesional yang memiliki catatan mampu bersikap netral, independen. Mereka minta dinilai secara profesional dan mengumumkan hasilnya kepada publik.

Partai politik lain mungkin masih terjebak dengan sistem penunjukan voting, penunjukan berdasarkan rasa 'kekeluargaan' (baca: nepotisme) atau penunjukan langsung oleh petinggi partai. Tidak profesional, masyarakat pun akan sulit menilai kualitas orang-orang politik.

PSI juga membuka saluran langsung untuk memantau kinerja para kadernya, melalui app yang sudah mereka rencanakan. Ini juga penting sekali mengingat sulitnya menyampaikan kritik kepada para wakil rakyat.

Contohnya ketika masyarakat ingin mengkritisi puisi-puisi Fadli Zon di DPR. Tapi karena tidak ada jalur untuk mengkritisi wakil rakyat yang 'dilindungi' undang-undang berlapis-lapis itu, ya sudah tentu masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa selain mendengarkan puisi-puisi Fadli Zon.

Tapi dengan adanya app pemantau kinerja wakil rakyat, masyarakat bisa melaporkan keluhannya atas puisi-puisi Fadli Zon ke otoritas partainya secara resmi. Masyarakat akan mendapatkan bukti laporan, dan partai akan memiliki bukti yang kuat untuk menindak kadernya yang dilaporkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2