Mohon tunggu...
Ronald Dust
Ronald Dust Mohon Tunggu... Seniman - Seniman Musik dan Jurnalis

Seniman Musik dan Jurnalis

Selanjutnya

Tutup

Sosok Pilihan

Pak Prabowo, Diplomasi adalah Senjata Pertahanan

31 Maret 2019   03:43 Diperbarui: 1 April 2019   04:44 545
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Menyimak pernyataan-pernyataan Prabowo mengenai kekuatan militer Indonesia, ada benarnya tetapi ujung dari pemikirannya mengapa menjadi anomali?

Semua orang juga tahu bahwa Indonesia termasuk negara berkembang. Bukan negara maju apalagi negara adidaya. Kita tidak punya persenjataan secanggih negara-negara adidaya, apalagi persenjataan nuklir. E-KTP saja masih dikorupsi!

Prabowo mungkin benar bahwa jika terjadi invasi ke wilayah Indonesia, kita mungkin akan kesulitan membiayai arsenal dan ransum kita. Tidak sampai 3 bulan, kita akan kalah karena kehabisan peluru.

Sebagai orang yang familiar dengan strategi perang, semestinya Prabowo paham bahwa perang masa kini tidak berjalan seperti itu, head to head seperti di Counter Strike atau Point Blank. Di mana kalau kehabisan peluru, game over.

Yang dibicarakan kan perang skala internasional antar-negara di jaman milenial; pasti faktornya adalah politik luar dan dalam negeri, ada pertimbangan-pertimbangan kepentingan lalu ada sekutu-sekutu.

Indonesia bukan satu-satunya negara yang sedang berkembang. Menghadapi segala tantangan politik dunia, yang dilakukan negara-negara berkembang adalah terus berupaya meningkatkan ekonomi nasional masing-masing dan mencegah negara-negara berperang dengan ikut menjaga kestabilan politik dalam negeri.

Kita harus bersyukur, Indonesia bukan sembarang sedang berkembang. Berdasarkan nilai Produk Domestik Bruto (PDB), Indonesia berada di peringkat ke-16, mengalahkan Belanda, Arab Saudi dan Singapura.

Bukan sepele, data tersebut dikonfirmasi setidaknya 3 lembaga dunia: IMF, World Bank dan PBB pada tahun 2017-2018. Artinya, perekonomian nasional Indonesia sedang berkembang pesat.

Bukan tidak bisa kita menghabiskan dana untuk kekuatan militer, tetapi strategi Jokowi lebih matang dan dewasa. Ada skala prioritas dalam pembangunan nasional!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosok Selengkapnya
Lihat Sosok Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun