Ronald Hutasuhut
Ronald Hutasuhut Seniman Musik

Seniman Musik

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Menguak Manajemen Ilahi untuk Populasi Manusia

16 Maret 2019   06:04 Diperbarui: 16 Maret 2019   06:08 37 3 3
Menguak Manajemen Ilahi untuk Populasi Manusia
katadata.co.id

Sebagai orang-orang beragama, apapun agama kita, kita percaya bahwa Tuhan adalah sang Pencipta. Tuhanlah yang menciptakan manusia, Ia juga yang mengambil nyawa manusia ciptaan-Nya.

Tapi ini bukan pembahasan teologi. Ini hanya pembahasan santai mengenai data-data statistik. Melalui pengamatan data-data ini kita bisa merenungkan banyak hal dari pertumbuhan populasi manusia. Nama Tuhan di sini bersifat umum, untuk semua agama.

Pemikiran ini berawal ketika saya sedang mencari sumber data Jumlah Penduduk Indonesia untuk disesuaikan dengan Jumlah DPT Pemilu 2019 yang telah diumumkan KPU. Data yang saya dapatkan bersumber dari Bappenas yang di-publish oleh katadata.co.id; berikut ini screenshot-nya:

Yang menarik perhatian saya adalah dinamika jumlah datanya. Saya bertanya-tanya:

Mengapa penduduk usia bayi sampai remaja (0-19 tahun) lebih kecil jumlahnya daripada jumlah penduduk berusia pemuda sampai orang dewasa (20-59 tahun)?

Mengapa manusia Indonesia seolah berkurang lagi pada usia tua (60 tahun ke atas)?

Mengapa grafiknya menjadi seperti kubah, mengecil ke atas?

Pemikiran awam saya waktu itu adalah mungkin karena manusia Indonesia berreproduksi secara beraturan untuk menekan peningkatan populasi (dan faktor biaya); dan kebanyakan manusia Indonesia tidak sanggup mencapai usia tua karena faktor kesehatan, atau memang sudah ajalnya.

Selama beberapa waktu saya lupakan dulu masalah itu. Tapi kemudian saya teringat kembali.

Saya mencoba surfing lagi mencari data pertumbuhan populasi Indonesia berdasarkan usia. Yang saya butuhkan adalah data sepanjang masa untuk perbandingan. Singkat cerita, saya mendapatkan data yang bersumber dari worldometers.info. Mereka adalah tim peneliti gabungan dari berbagai negara. Berikut ini screenshot-nya:

worldometers.info
worldometers.info
Data di atas tersebut tidak menampilkan pertumbuhan populasi Indonesia berdasarkan usia. Tetapi mereka mencantumkan nilai tengah (Median) populasi Indonesia berdasarkan usia dari tahun 1955 sampai sekarang, 2019.

Nilai Median data tersebut berkisar dari 19-28 tahun. Kalau kita hitung secara keseluruhan, rata-ratanya (Average/Mean) adalah 23 tahun. Itu berarti dari tahun 1955 sampai 2019, setengah dari penduduk Indonesia berusia di bawah 23 tahun, dan setengahnya lagi berusia di atas 23 tahun.

Jika kita berfilsafat, berdasarkan data ini kita bisa saja mengatakan bahwa pusat usia manusia Indonesia adalah 23 tahun. Atau mengatakan bahwa dalam satu masa, manusia Indonesia didominasi penduduk berusia sekitar 20-25 tahun, usia muda!

Masa?

Kegiatan ini saya lanjutkan dengan membandingkan pertumbuhan populasi Indonesia dengan negara-negara lain. Saya menemukan data interaktif dari indexmundi.com yang memuat data populasi penduduk negara-negara berdasarkan usia, tidak termasuk pengungsi.

Ternyata, tidak hanya di Indonesia! Semua negara didominasi penduduk berusia muda atau pada fase muda-dewasa, mirip hampir serupa dengan pemikiran di awal artikel ini.

Perhatikan data-data berikut ini, saya hanya mengambil beberapa negara dari semua benua sebagai sampel, tapi semua negara grafiknya hampir serupa. Data ini terakhir di-update tahun 2011 (tidak apa, hanya untuk perbandingan):

Sumber data: indexmundi.com. Grafik: dokpri
Sumber data: indexmundi.com. Grafik: dokpri
Sumber data: indexmundi.com. Grafik: dokpri
Sumber data: indexmundi.com. Grafik: dokpri
Jika kita hitung rata-rata keseluruhannya (Mean), maka didapatkan hasil:

Rata-rata penduduk dunia berusia 0-14 tahun adalah 21,87 % (bayi-tanggung)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2