Mohon tunggu...
Rommy Perdana Putra
Rommy Perdana Putra Mohon Tunggu... Aparatur Sipil Negara

Salam! Perkenalkan saya Rommy sebagai Pranata Humas dibidang standardisasi dan penilaian kesesuaian. Pengalaman ini saya bagikan kepada teman-teman melalui tulisan. Yuk jelajah lebih jauh dengan membaca.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

SNI Masker dari Kain, Melindungimu dan Melindungiku

1 Maret 2021   09:00 Diperbarui: 1 Maret 2021   10:14 218 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
SNI Masker dari Kain, Melindungimu dan Melindungiku
Gunakan Masker. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Tingkat penyebaran covid-19 di dunia terus meningkat tak terkecuali di Indonesia. Bahkan tahun 2021 kasus harian infeksi covid-19 semakin melonjak dengan rata-rata harian di atas 10.000.

Mengutip data covid19.go.id hingga Sabtu (27/2/2021), total kasus terkonfirmasi positif di Indonesia melalui laman telah mencapai 1.329.074 dengan pasien sembuh sebanyak 1.136.054. Artinya masih ada 193.020 atau 14,5% kasus aktif yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu angka kasus positif tertinggi di Asia.

Pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin dengan mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menanggulangi penyebaran covid-19. Mulai dari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

PPKM mikro ini bertujuan untuk menekan laju penyebaran covid-19 di level desa dan kelurahan hingga RT/RW. Dalam penerapannya, PPKM Mikro ini membatasi kapasitas kegiatan perkantoran, sekolah, tempat makan, tempat perbelanjaan, tempat peribadatan, fasilitas umum, hingga transportasi.

Adaptasi Kebiasaan Baru

Untuk mengurangi penyebaran covid-19 yang semakin meluas, World Health Organization (WHO) mengeluarkan adaptasi kebiasaan baru (new normal). Pedoman ini mengatur perilaku dan pola hidup di tengah pandemi covid-19.

Menurut Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, New Normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan virus covid-19.

Wiku berpendapat, prinsip yang utama dari new normal adalah harus bisa menyesuaikan pola hidup.

“Secara sosial, kita pasti akan mengalami sesuatu bentuk new normal, atau kita harus beradaptasi dengan beraktifitas, dan bekerja, dan tentunya harus mengurangi kontak fisik dengan orang lain, dan menghindari kerumunan, serta bekerja, bersekolah dari rumah,” ungkap Wiku seperti dalam keterangan press release Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional.

Di era adaptasi kebiasaan baru ini, kita dituntut untuk disiplin dalam menerapkan sejumlah tindakan pencegahan dengan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x