Mohon tunggu...
Romario pangaribuan
Romario pangaribuan Mohon Tunggu... Hehehe

Words kill, words give life, They're either poison or fruits- You choose. Proverbs 18:21

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Jasa Headhunter: Siapa yang Untung Pekerja Atau Perusahaan?

26 April 2017   13:50 Diperbarui: 26 April 2017   15:07 8748 4 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jasa Headhunter: Siapa yang Untung Pekerja Atau Perusahaan?
Photo oleh Patrick T. Fallon/Reuters.com

Susahnya menemukan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan spesialisasi seorang pekerja, menyebabkan menjamurnya perusahaan penyedia tenaga kerja dari dalam dan luar negeri. Salah satu bentuk perusahaan penyedia tenaga kerja tersebut dikenal sebagai Headhunter.

Pengertian Headhunter dalam bisnis penyedia tenaga kerja, dijelaskan secara konkret sebagaimana yang dikutip dari Kompas.com :

“Headhunter merupakan sebuah jasa konsultan yang dipercaya para perusahaan untuk mencari top professional atau senior executive dengan keahlian spesifik dan khusus untuk menempati posisi tertentu di sebuah perusahaan”

Pengertian tersebut menegaskan bahwa Headhunter merupakan perusahaan penyedia jasa yang bukan mencari pekerja dalam bidang yang umum tetapi yang lebih spesifik/khusus dan berpengalaman seperti top professional atau Senior Executive.  

Menggunakan jasa headhunter, juga mempunyai kelebihan dan kekurangan tersediri, terlebih jasa headhunter ini mempunyai keterkaitan antara hak dan tanggung jawab pada Perusahaan Pemberi Kerja (PPK) dan juga pada calon pekerja.

Bagi Perusahaan

Mengutip keterangan Joris de Fretes, sebagai salah satu HR Direktur Human Capital Development PT Excelcomindo Pratama dalam laman portalhr.com, yang mengatakan bahwa:

“Biasanya, pihak headhunter mengambil fee dari total gaji kotor kandidat setahun­, yang besarnya sekitar 15-20%. Bahkan headhunter asing rata-rata mengambil fee sebesar 30%,”

Jika dilihat dari aspek pendapatan/bulan, gaji minimum seorangSenior Associate di bidang perbankan mencapai 20 Juta/bulan seperti yang dirilis oleh Kelly Services dalam laporan Indonesia Employment Outlook and Salary Guide 2016, maka dapat di kalkulasi-kan bahwa perusahaan Headhunter akan mendapatkan fees atau upah sekitar 250 juta rupiah/tahun untuk satu posisi kandidat yang berhasil bergabung di PPK. Jumlah fees yang didapatkan tersebut, jauh lebih besar ketika PPK memilih untuk merekrut pegawai secara internal. Jika posisi recruiter mempunyai gaji minimal 8 juta rupiah/bulan (merujuk pada data yang sama: Kelly Services) maka perusahaan dapat menghemat sampai dengan 60% dari total pengeluaran dalam kegiatan rekrutmen.

Namun metode tersebut tidak serta merta dapat disamakan begitu saja, karena setiap cara mempunyai keuntungan dan kerugian masing-masing, terlebih perusahaan headhunter merupakan sebuah perusahaan yang tujuan utamanya juga mencari keuntungan dari kebutuhan PPK dalam tenaga kerja professional.

Bagi pekerja

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN