Mohon tunggu...
Rokhmat EdiSaputro
Rokhmat EdiSaputro Mohon Tunggu... Guru - Rokhmat Edi Saputro

Nama : Rokhmat Edi Saputro, S.Pd Pekerjaan : Guru TTL : Purbalingga, 06 Juni 1991

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

1.1.a.3. Mulai dari Diri Modul 1.1

6 November 2022   06:45 Diperbarui: 6 November 2022   07:28 84
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Dari konteks pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai Pendidikan dan pengajaran sebelumnya saya hanya mengetahui istilah "Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani" memberikan teladan, membangun semangat, dan memberikan dorongan dari belakang. Istilah ini lah yang sering saya dengar, dan mencoba diterapkan dalam pembelajaran.

Dalam memberikan pembelajaran saya masih memberikan reward and punishment kepada anak dengan tujuan mendorong dan memberi pengertian kepada mereka jika memang mereka melakukan kesalahan, tetapi hukuman yang diberikan tidak bersifat yang bisa menjatuhkan mental atau kepercayaan diri anak, sehingga mereka dihukum tetapi tidak merasa dihukum. Sebagai contoh ada anak yang suka menggambar, mereka menggambar di meja dan dipapan tulis ketika jam kosong, saya tidak serta merta memarahi anak, tetapi justru saya memuji dan menyuruh anak itu untuk menggambar di kertas dan karyanya diberikan ke saya. Sebenarnya dia sedang saya hokum, tetapi saya memberikan hukuman dengan cara yang lain dengan tujuan mencoba menggali menggambar mereka (menerapkam pembelajaran yang menyenagkan).

Selain istilah di atas saya juga sering mendengar dasar pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Klo saya tidak salah memaknai setiap anak disuatu daerah pasti memiliki ciri khas tersendiri yang berkaitan dengan lingkungan meraka dan setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam belajar mengikuti jamannya. Sebagai contoh anak yang hidup di kota besar pasti memiliki kultur yang berbeda jika dibandingkan dengan anak yang hidup di desa, kemudian Pendidikan zaman dahulu tidak semuanya bisa diterapkan pada pembelajaran zaman sekarang. Sebelum kita mengajar kita harus mengetahui terlebih dahulu kultur yang ada disekitar tempat kita mengajar, dan kita juga harus menyesuaikan cara kita mengejar sesuai zamannya anak didik kita. Zaman sekarang anak -- anak lebih suka bermain game dari pada belajar, kita bisa menerapkan pembelajaran berbasis game, sehingga mereka belajar tetapi merasa seperti bermain. Kemudian pada pembelajaran untuk anak -- anak generasi Z ini lebih senang menggunakan gadget, kita manfaatkan itu dalam pembelajaran dengan memanfaatkan gadget. Dari segi itulah kita terapkan merdeka belajar yang tetap memperhatikan norma dan ketercapaian pembelajaran.

 

Mungkin ini yang bisa saya tangkap dari pemikiran dari Ki Hajar Dewantara. Terimakasih, sehat selalu untuk semuanya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun