Mohon tunggu...
rokhibatul afidah
rokhibatul afidah Mohon Tunggu... Saya kuaatttt

Berusaha menguatkan...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Aku Kuat Mah, Pah...

18 Agustus 2019   19:44 Diperbarui: 18 Agustus 2019   19:57 0 1 1 Mohon Tunggu...

Perkenalkan saya anak bungsu papah dan mamahku aku termasuk anak yang paling beruntung dilahirkan dan didik oleh kedua orang tuaku. 

Kenapa??  

Karna aku didik dari sejak dini untuk mandiri, tidak boleh bargantung kepada siapapun, berusaha mati-matian dulu untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, harus bisa mengendalikan emosi sendiri, harus kuat menghadapi terpaan badai masalah dalam hidup kita. 

Berbeda dengan kedua kakak saya yang selalu dimanja apapun keinginannya selalu dituruti, sedangkan saya apapu yang diminta jarang sekali dituruti kecuali berusaha sendiri dengan menabung. 

Dulu aku pribadi yang sangat menentang didikan kedua orang tuaku tersebut yang menganggap mamah papah itu jahat, nggak adil, pilih kasih dan lain sebagainya. 

Yahh semakin dewasa umur dan pemikiranku aku mulai bisa menerimanya  daann menyadari dengan didikan kedua orang tua ku itulah membuat aku tumbuh dewasa menjadi pribadi yang lebih dewasa lebih cepat dari umurku, lebih stabil dan tenang dalam menghadapi masalah apapun yang menimpaku. 

Dulu keluargaku amat damai dan nyaman, namun ketika papah berpulang pada tahun 2016 perpecahan dalam kluarga kami mulai muncul satu persatu, dari saudara yang sebelumnya tidak pernah ada komunikasi maupun kedekatan sekarang mulai sok perduli, dan dari keperduliannya itulah ternyata tidak benar-benar tulus. 

Mamah kami yang mulai kesepian tidak ada teman ngobrol sedangkan saya sedang kuliah diluar kota di Semarang dan mamah tinggal dirumah bersama kedua kakaku di kota Brebes, kedua kakaku pun sibuk dengan pekerjaannya masing-masing yang terkadang membuat mamah kesepian membutuhkan teman ngobrol. 

Dan ketika ku lulus aku diterima disalah satu klinik dijakarta dengan berat hati mamah melepas anak bungsunya untuk mencari pengalaman hidup dan pengalaman ilmu yang lebih lagi. 

Selama 3 tahun sampai sekarang mamah pendam semua keluh kesah yang mamah alami, dari susah, sedih dan senang pun mamah pendam sendiri, dan pada akhirnya mamah drop karna tekanan batin yang dialami bukan hanya tekanan batin melainkan tekanan, saudara, tekanan tetangga dan tekanan dari sekeliling rumah yang selalu memperbincangkan kluarga kami.  

Dan kemarin tepat pada Idul Adha mamah berpulang dengan bahagia dan dengan tenang meninggalkan kami, yah kami terpukul sekali itu sangat pasti namun karna mamah dan papah didik aku menjadi wanita kuat dan tangguh, saya sadar untuk apa saya menangisi yang sudah takdirnya berpulang?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2