Edukasi Pilihan

Perpustakaan Keliling Meningkatkan Minat Baca Anak di Desa Gunung Jati

12 Juli 2018   16:10 Diperbarui: 12 Juli 2018   16:13 422 1 0
Perpustakaan Keliling Meningkatkan Minat Baca Anak di Desa Gunung Jati
Dokpri

12 Juli 2018

Malang-Berkembanganya alat teknologi canggih seperti gawai membuat anak-anak meninggalkan kebiasaan membaca. Teknologi tersebut membuat anak-anak terlena dan mengesampingkan prioritasnya sebagai anak, salah satunya adalah belajar. Perpustakan keliling merupakan salah satu solusi agar minat baca anak tumbuh kembali. 

Perpustakaan keliling juga dilaksanakan di desa Gunung Jati Kecamatan Jabung Kabupaten Malang atas gagasan dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang tahun 2018. Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi peningkatan pertumbuhan minat baca anak-anak.

Tidak hanya perpustakaan keliling saja yang dilakukan tetapi juga terdapat beberapa kegiatan tambahan yang dapat menarik minat anak-anak untuk berkunjung ke perpustakaan keliling. Kegiatan tersebut adalah permainan tradisional, mendongeng, mewarnai dan juga menonton film anak-anak.

 Kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 21 -- 29 Mei 2018. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar. Walaupun awalnya banyak warga yang kaget ketika melihat salah satu dari kami membawa tas yang sangat besar yang didalamnya berisi sebuah buku bacaan. Dikarenakan diadakan secara dadakan di lingkungan masyarakat. 

Membuat masyarakat di sekitar merasa kami mengadakan perpustakaan keliling yang aneh, tetapi setelah dijelaskan mengenai kegiatan ini masyarakat sangat mendukung dengan adanya perpustakaan keliling ini. Jadi selain perpustakaan keliling kami juga dapat serawung dan mengenal lebih dalam dengan warga.

Tempat perpustakaan keliling berpindah-pindah dari depan teras warga, pos kamling, hingga di lapangan desa. Setelah mengenal perpustakan keliling warga Desa Gunung Jati sangat mendukung warga terutama orang tua dari anak-anak, hal tersebut ditunjukan dengan diperbolehkannya mahasiswa KKN untuk membuka perpustakaan keliling di teras rumah mereka.

Dokpri
Dokpri
Adanya kegiatan tambahan yang mendukung program seperti permainan tradisional yaitu egrang ternyata mampu menarik perhatian anak-anak untuk datang ke perpustakaan keliling. Selain untuk menarik perhatian dari anak-anak saja tetapi juga dapat memberikan Pendidikan karakter pada diri sianak. 

Misalnya saja ketika salah satu dari mereka dapat bermainan egrang maka dia harus mengjarkan teman mereka untuk dapat bermain egrang, hal ktersebut menunjukan bahwa karakter kepudulian anak dapat dilatih juga dengan mengunakan permainan-permainan tradisional. 

Selain melestarikan budaya yang mulai hilang juga dapat melatik Pendidikan karakter anak sejak dini.  Kegiatan mendongeng dan mewarnai juga tidak kalah menarik. Dengan mendongeng anak-anak akan belajar untuk mendengarkan orang lain dan belajar untuk berani mengemukakan apa yang dia dengar. Selain mendongeng juga mewarnai untuk melatih kreativitas dari anak-anak yang ada di Desa Gunung Jati.

Dokpri
Dokpri
Harapan dari mahasiswa KKN UM ini adalah agar anak-anak desa gunungjati lebih minat untuk membaca dan bisa melestarikan permainan tradisional yang saat ini sudah tersisihkan dengan permainan yang ada di gawai mereka. Selain itu dengan adanya program ini meningkatkan minat anak-anak untuk mendongeng, terutama dongeng tradisional yang sekatang ini semakin jarang diperdengarkan. 

Kegiatan mewarnai juga diharapkan dapat mencegah anak-anak tidak berlama-lama dalam menggunakan HP atau menonton TV, tetapi dimanfaatkan dengan kegiatan mewarnai untuk merangsang kreatifitas anak-anak.  Serta mengurangi kegiatan anak-anak yang ada disana yang kecil sudah menggendarai sepeda motor dengan ugal-ugalan dan ilegal. Perpustakaan keliling ini akan mewadahi kekreatifan anak-anak agar terbentuk moral dan karakter yang baik dan tidak melupakan budaya baik di masyarakat.

 Program ini diharapakan dapat terus berlanjut di Desa Gunung Jati. Bentuk keberlanjutannya yaitu melakukan kerjasama dengan pemuda desa untuk membuat pojok baca atau gubuk baca dan juga bekerja sama dengan perangkat desa dalam memberikan fasilitas yang memadai untuk pojok baca atau gubuk baca tersebut agar minat baca anak tetap baik bahkan bisa meningkat.