Mohon tunggu...
Rofiqoh Ainun Dalimunthe
Rofiqoh Ainun Dalimunthe Mohon Tunggu... Mahasiswi UINSU

Semua artikel yang saya upload hanya berdasarkan opini saya.

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Dampak Covid-19 terhadap Perekonomian Global

9 Agustus 2020   10:13 Diperbarui: 9 Agustus 2020   10:03 78 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Dampak Covid-19 terhadap Perekonomian Global
detik.com


Pandemi Covid-19 saat ini menjadi permasalahan dunia dan telah menyebar diberbagai Negara seperti Amerika, Brazil, India, Rusia, Peru, Italia, dan Negara lainnya termasuk Indonesia. Tercatat bahwa 188 Negara yang telah terjangkit Covid-19 (corona virus), yaitu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus SARS-CoV-2 dan pertama kali diidentifikasi di kota Wuhan, China.

Dampak dari wabah virus Corona ini tidak hanya merugikan kesehatan, namun juga merugikan diberbagai sektor Negara, seperti  sektor perdagangan, pertanian, dan lainnya. Bahkan turut mempengaruhi sektor perekonomian Negara-negara diseluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. 

Perekonomian Global dipastikan melambat, termasuk pada dunia usaha. Dalam sektor pemerintahan, perdagangan bilateral atau multilateral baik secara ekspor maupun impor jika terkena resesi pandemi, maka ekspor batubara akan terganggu dan ekonomi global juga akan menurun. Ketika pendapatan Negara menurun maka subsidi masyarakat terpaksa harus dikurangi dan pajak dinaikkan. 

Jika hal ini terjadi maka daya beli masyarakat akan menurun dan mengakibatkan perputaran uang di Indonesia akan melambat sehingga pertumbuhan ekonomi juga akan terhambat. Ditambah lagi dengan proyek pembangunan infrastruktur yang sebagian bahan bakunya diimpor dari luar negeri. 

Sedangkan pada setor swasta, jika terjadinya penurunan daya beli masyrakat maka akan mengakibatkan berkurangnya produksi. Contohnya, dalam produksi pakaian, ketika pandemi Covid-19 melanda maka mengakibatkan daya beli masyarakat akan berkurang dan produksi pun juga akan dikurangi, apabila produksi tersebut berkurang maka pendapatan perusahaan juga akan menurun dan gaji karyawan yang akan dibayarkan juga ikut berkurang. 

Akibatnya, karena produksi menurun laba yang dicetak oleh pihak swasta tersebut tidak mampu untuk membayarkan gaji karyawan dan pada akhirnya harus di PHK. Jika hal ini terjadi maka pengangguran di Indonesia akan terus meningkat, lalu beban Negaraa juga akan naik karena pemerintah harus memberikan subsidi untuk masyarakat lewat bantuan pemerintah. 

Dalam hal ini sector pemerintahan harus lebih gencar membuat kebijakan di era New Normal agar masyarakat tetap dapat melakukan produktivitas sekaligus terhindar dari Virus Covid-19 tersebut. Dan dalam proses penanganan pemulihan ekonomi pada sektor swasta pemerintah dapat mendorong masyarakat untuk berinvestasi di bursa efek Indonesia, dengan begitu pemerintah akan terus mendapatkan pendanaan dari masyarakat. 

Dikarenakan pihak swasta sedang terkendali pada masalah finansial, investor itu akan menjadi sebuah alternatif. Semakin besar masyarakat investor maka akan semakin besar kapitalisasi pasar, lalu jumlah alternatif pendanaan yang didapatkan pihak swasta ataupun pihak pemerintah juga akan meningkat dan dana dipihak tersebut akan tetap bertahan. Sehingga karyawan tidak harus diPHK dan pihak perusahaan dapat membayarkan gaji karyawan. 

VIDEO PILIHAN