Mohon tunggu...
Rofinus D Kaleka
Rofinus D Kaleka Mohon Tunggu... Orang Sumba. Nusa Sandalwood. Salah 1 dari 33 Pulau Terindah di Dunia. Dinobatkan oleh Majalah Focus Jerman 2018

Orang Sumba, Pulau Terindah di Dunia

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Senyum Bahagia Mother Inge Sepanjang Graduation Hari Itu

29 Mei 2019   15:23 Diperbarui: 29 Mei 2019   15:34 0 6 0 Mohon Tunggu...
Senyum Bahagia Mother Inge Sepanjang Graduation Hari Itu
dokpri

Di pagi yang cerah, Sabtu 25 Mei 2019, dengan menempuh perjalanan sekitar 10 km, saya bersama dua orang sobat, Engky Keban, Wartawan Harian Victory News dan Mindo Soares, Wartawan TVRI Kupang, sudah merapat di lokasi Sumba Hospitality Foundation. Hari itu di tempat ini ada acara bertajuk Graduation, wisuda siswa-siswi angkatan ketiga Sekolah Perhotelan Internasional, setara diploma I.

Saat itu, di pintu gerbang, sudah berjejer para orang tua siswa-siswi, yang berpakaian adat Sumba lengkap, untuk menyalami setiap tamu yang datang. Dari sini kami segera masuk ke area Sumba Hospitality Foundation yang tertata asri dalam nuansa kental kebudayaan Sumba. Semua bangunannya berbahan bambu dan atapnya dari alang-alang kering.

dokpri
dokpri
Kompleks Sumba Hospitality Foundation yang luasnya sekitar 6 hektar adalah kawasan bebas rokok. Artinya, dilarang rokok sembarangan di lokasi ini. Di dalam area ini juga wajib berbahasa inggris. Kecuali hari itu, karena banyak tamu, termasuk orang tua siswa-siswi yang berlatar belakang kurang mampu dari pedesaan, maka kami bebas menggunakan bahasa indonesia dan sesekali bahasa ibu.

Tapi ketika kami berpapasan dengan para pengajar di tempat itu, yang umumnya adalah orang Eropa dan Amerika serta Australia, maka kami pun hanya bisa menebar senyum saja. Tidak tahu mau omong apa dan mulai dari mana. Bahasa inggris kami buruk, hanya bisa bilang good morning, yes dan no. Demikian pula para pengajar orang luar tersebut, hanya bisa menyapa dengan kata-kata selamat pagi, baik, makan dan minum.

Kami sudah ada di aula Graduation sebelum acara dimulai. Di sini mata saya mengawasi di mana posisi Mother Inge, sapaan akrab Inge De Lathauwer,  perempuan asal Belgia yang menjadi pendiri Sumba Hospitality Foundation ini. Saya mencarinya karena kedua teman saya belum mengenalnya.  

dokpri
dokpri
"Ibu, Inge ada di mana? Dari tadi belum kelihatan," tanya saya kepada Redempta T Bato, Ketua Yayasan Sumba Hospitality Foundation, yang sedang sibuk menyapa tamu undangan.

"Inge masih istirahat. Dia sakit. Suaranya hilang. Sedikit lagi akan ke sini," jawabnya.

Selang beberapa waktu kemudian, ketika acara Graduation akan dimulai,  Inge pun muncul. Ia tampak segar dengan senyumnya yang indah. Tanda ia sedang sangat bahagia saat itu.

Sepanjang acara Graduation itu, senyum bahagia Inge hampir tidak lepas dari wajahnya. Wajarlah jika Inge sangat bahagia hari itu.

Pertama, hari itu ia mewisuda 59 orang siswa-siswinya, yang sudah berbekal ilmu pengetahuan dan ketrampilan perhotelan internasional yang cukup memadai dan siap ditempatkan ke hotel-hotel berbintang baik di Sumba maupun luar Sumba seperti Bali.  Siswa-siswi yang diwisuda ini merupakan angkatan ketiga. Ditambah dengan dua angkatan sebelumnya, maka Sumba Hospitality Foundation, telah meluluskan 145 orang putra-putri Sumba yang siap masuk kerja di dunia perhotelan.

dokpri
dokpri
Kedua, hari itu empat kepala daerah sedaratan Sumba hadir mengikuti acara Graduation. Keempat kepala daerah  tersebut, yaitu Drs. Ndara Tanggu Kaha, Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Drs Agustinus Niga Dapawole, Bupati Sumba Barat, Drs. Paulus S K Limu, M.Si, Bupati Sumba Tengah dan Drs. Gideon Mbilyora, Bupati Sumba Timur. Disamping itu, juga hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa tenggara Timur, Wayan dan Bupati Terpilih Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete.Tentu ini merupakan sambutan terhormat atas upaya Inge untuk mendidik putra-putri Sumba dalam bidang pariwisata dan perhotelan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN