Kesehatan

Gunila Olsson Hadiri Deklarasi Stop Taiko Wewar di SBD

13 Januari 2018   11:04 Diperbarui: 13 Januari 2018   11:42 528 0 0
Gunila Olsson Hadiri Deklarasi Stop Taiko Wewar di SBD
Dok.pribadi

 

Belum lama ini, masyarakat desa di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), menggelar deklarasi  "STOP Buang Air Besar Sembarangan (Desa ODF)". Dalam bahasa ibu masyarakat SBD disebut Stop Taiko Wewar. Deklarasi ini berlangsung di lapangan SD Bina Tana, Desa Weekokor, Kecamatan Wewewa Tengah.

Desa Weekokor adalah salah satu dari 35 desa dampingan dari Yayasan Uma Kalada (Yasuka). Sementara Yasuka sendiri bernaung di bawah payung Unicef.  sebagai payungnya ini menjadi istimewa karena sekaligus dirangkai dengan Peringatan Hari Toilet Sedunia 2017. Salah satu desa yang dinyatakan ODF dari hasil verifikasi Yasuka dan pokja AMPL Kabupaten SBD adalah desa Weekokor dan sekaligus terpilih sebagai tempat untuk deklarasi.

Deklarasi tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan Unicef Indonesia, Ibu Gunila Olsson dan Duta Tinju Tinja Indonesia, Melani Subono. Dalam deklarasi tersebut, juga dihadiri oleh Bupati SBD, Markus Dairo Talu, SH, para pimpinan OPD, Ketua TP-PKK SBD, Ny. Ratu Ng. W. Talu, ST, para Kepala Puskesmas, para Camat dan Kepala Desa se -- SBD, para sanitarian dan masyarakat desa setempat.

Dok.pribadi
Dok.pribadi
Gunila Olsson dalam sambutannya, menegaskan, "Kami ingin memastikan bahwa setiap anak tumbuh sehat di lingkungan yang aman dan mendapatkan pendidikan yang berkualitas, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi dirinya secara penuh."

Lebih lanjut Gunila Olsson mengungkapkan, sesuai data website STBM, masih ada 24.000 keluarga di SBD yang melakukan BABS. Dengan dideklarasikannya 35 desa ODF hari ini, jelasnya, menunjukkan bahwa perubahan terbuka peluang untuk dilakukan.

Menurut Gunila, BABS masih menjadi masalah serius di Indonesia. "Masih ada 30 -- 40 juta penduduk Indonesia yang melakukan BABS. Setiap tahun 150 ribu anak di Indonesia meninggal sebelum merayakan ulang tahun yang ke -- 5. Kebanyakan kasus kematian balita disebabkan diare dan pneumonia bahkan malaria," ungkapnya.

Salah satu efek lain dari sanitasi yang buruk dan perilaku hidup yang tidak bersih, kata Gunila, adalah stunting, yaitu anak yang tinggi badannya lebih pendek dibandingkan usianya. "Di Indonesia terdapat 9 juta anak yang mengalami stunting dan pertumbuhan fisiknya tidak dapat diperbaiki lagi. Anak stunting menunjukkan gangguan perkembangan kognitif dan prestasi lebih rendah dibanding anak-anak seusianya. Hasil analisa Unicef menunjukkan resiko stunting jauh lebih tinggi pada keluarga yang tidak menggunakan jamban, sehingga usaha untuk menurunkan stunting butuh sanitasi yang baik," papar Gunila.

Bupati SBD, Markus Dairo Talu, yang hadir bersama beberapa pimpinan OPD dalam balutan pakaian adat, dalam sambutannya pada kesempatan tersebut, menyampaikan keprihatinannya terkait fenomena kesehatan yang diakibatkan oleh sanitsi yang buruk secara global dan khususnya di SBD. "Semua pihak harus memahami program sanitasi, perlu target perubahan perilaku masyarakat dengan komitmen dan upaya bersama terutama fasilitas jamban harus jadi kebutuhan utama masyarakat."

Dok.pribadi
Dok.pribadi
Lebih lanjut, MDT meminta kepada Pokja AMPL Kabupaten untuk membantu pemerintah desa dan kecamatan merumuskan sanksi sosial bagi masyarakat yang masih melakukan BABS dan merusak fasilitas air bersih yang telah disediakan. MDT juga meminta kepada para kepala puskesmas untuk segera menugaskan sanitarian melakukan pendampingan, promosi dan monitoring secara intensif. "Pesan saya kepada camat, kepala desa dan kepala puskesmas, kawal dan terus bekerja tanpa banyak mengeluh," tandas MDT.

Acara deklarasi ini dimeriahkan dengan tarian Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS) dari siswa/I SD Poma, tarian yang diiringi lagu yang dinyanyikan para penari ini menarik perhatian semua yang hadir. Dilanjutkan dengan ritual adat dari tiga batu tungku SBD yakni Laura, Wewewa dan Kodi untuk bersepakat dan bertekad turut ambil bagian dalam proses pembangunan sanitasi. Selain itu juga ada penyerahan starter kit Tinju Tinja Squad SBD kepada Rm. Mikhael Sene, Pr, Kanis Bikalolong dan Mathilda Arince Bani sebagai Duta Tinju Tinja dari SBD.

(Rofinus D. Kaleka)