Rofinus D Kaleka
Rofinus D Kaleka Penulis

Putra Kodi, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur

Selanjutnya

Tutup

Wisata Artikel Utama

Uniknya Halete, Pantai Berbatu Lempeng Satu-satunya di Sumba

13 Januari 2018   00:08 Diperbarui: 13 Januari 2018   15:34 931 3 4
Uniknya Halete, Pantai Berbatu Lempeng Satu-satunya di Sumba
Dok.pribadi

Sungguh membahagiakan jika kita dapat mewujudkan sesuatu yang pernah dijanjikan kepada teman-teman. Sekitar tiga bulan lalu, saya pernah menginformasikan dan sekaligus menjanjikan kepada teman-teman wartawan, baik media massa cetak maupun elektronik, yang bertugas di Kabupaten Sumba Barat Daya, untuk mengunjungi sebuah pantai yang unik dan belum pernah dikunjungi oleh wisatawan.

Ketika saya menyampaikan informasi tersebut, teman-teman saya berseloroh, "Pantai di mana lagi itu teman. Rasa-rasanya semua pantai yang ada di Sumba Barat Daya yang terbentang dari ujung utara, barat sampai ujung selatan, kita sudah kunjungi semua. Pantai ciptaan baru kah?"

"Sabar saja. Saya akan bawa teman-teman ke tempat baru itu. Pantai itu sungguh lain dari yang lain. Sangat unik. Tidak sama dengan pantai-pantai yang sudah pernah teman-teman kunjungi. Doakan saja, kalau ada berkat akan segera saya ajak ke sana," kataku memberi keyakinan kepada mereka. Waktu itu, saya sengaja tidak memberi tahu nama dan alamat pantai tersebut. Tujuan saya tidak lain untuk memberikan surprise kepada mereka nantinya.

Kamis, 11 Januari 2018, saya dapat mewujudkan janji saya. Pagi diiringi hujan rintik, kami bertolak dari Tambolaka, Ibu Kota Kabupaten Sumba Barat Daya, menuju arah barat menggunakan tiga kendaraan roda empat, dua mobil dan satu pick-up. Sekitar 15 Km perjalanan, kami mengambil haluan ke arah utara. Pergerakan kami agak melambat karena jalannya masih perkerasan. Tapi kami menikmatinya karena sepanjang kanan dan kiri jalan tampak tanaman padi dan jagung serta ubi kayu yang hijau dan subur.

Sekitar dua kilometer sebelum tempat tujuan, perjalanan kami makin perlahan karena di samping kanan dan kiri jalan tidak bersih. Masih tampak seperti semak, yang didominasi rumput teyo kapudu (terjemahan harafiahnya, kotoran belalang) dan ilalang. Maklum jalannya jarang dilewati orang apalagi kendaraan.

Dok.pribadi
Dok.pribadi

Begitu tiba di rebisĀ Halete, nama pantai yang kami tuju itu, cuacanya cukup cerah dan tanpa hujan, meskipun mataharinya masih tertutup awan tipis. Teman-teman mulai berhamburan ke bibir pantai sambil menggeleng-gelengkan kepala, tanda keheranan. Ya, dapat dimaklumi karena baru kali itu mereka menginjakkan kaki di Pantai Halete. Apalagi profilnya sangat unik, menarik dan eksotis, serta indah.

Performance Pantai Halete memang sangat berbeda dengan pantai-pantai umumnya yang ada di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Umumnya. Panorama dan pesona yang ditampilkannya memang lain dari yang lain.

Halete bukanlah pantai berhamparan pasir putih bersih seperti kafan. Tapi pantai batu lempeng halus. Ukurannya beraneka, mulai dari yang kecil, sedang dan besar sampai dua kali tiga meter. Di sisi timurnya memang ada juga sepotong hamparan pasir putih. Panjang Pantai Halete ini dari ujung timur sampai ujung barat bisa mencapai tiga ratus meter lebih.

Batu-batu lempeng itu tidak licin. Sehingga kami bisa mengayunkan langkah di atasnya dengan aman. Kami juga dapat duduk santai berlama-lama di atas batu ceper sambil selfie ria.

Sambil menikmati keunikan dan keindahan pantai itu, teman kami yang bernama Alfredo Ortega, berkomentar, "Pantai ini sangat unik. Barangkali inilah satu-satunya pantai berbatu lempeng di Pulau Sumba."

Alfredo kemudian bertanya kepada saya, "Dari mana asal batu-batu ini ya. Kalau merupakan hempasan ombak, rasanya tidak mungkin." Batu-batu itu memang berat dan tidak mungkin ombak itu yang membawanya ke bibir pantai. Di samping itu, sesuai yang saya amati sejak delapan tahun lalu, ketika menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Pantai Halete, batu-batu itu pun tidak ada yang bertambah.

Pertanyaan Alfredo itu, tentu saja tidak bisa saya jawab. Kami berdua kemudian berdiskusi dan mereka-reka, jangan sampai pernah terjadi tsunami atau gunung api yang meletus di tengah laut di sisi utara Pantai Halete. Tapi kami juga ragu, karena kalau akibat tsunami dan gunung meletus, mengapa hanya di sekitar pantai itu saja yang ada batu lempeng. Mengapa di beberapa ruas pantai di wilayah utara Sumba Barat Daya itu, tidak ada juga batu lempeng yang sama. Akhirnya, kami berdua berkesimpulan, bahwa di samping meyakini bahwa itu adalah keajaiban Tuhan Yang Maha Kuasa, barangkali juga perlu mengajak ahli geologi untuk mempelajarinya.

Dok.pribadi
Dok.pribadi

Perlu diketahui juga bahwa di sisi selatan Pantai Halete itu, sekitar 75 meter di atas daratan terdapat hutan savana mangrove atau bakau yang hijau. Di bawah hutan ini terdapat danau air payau yang cukup luas. Sumber airnya berasal dari rembesan air laut melalui pori-pori atau lubang di bawah tanah. Danau ini merupakan habitat ikan air payau dan kerang. Hutan ini juga menjadi sumber udara segar di Pantai Halete.

Pantai Halete ini terletak di Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara. Jaraknya dari Tambolaka tidak jauh. Jika jalan Pantai Utara sudah selesai diaspal, maka bisa ditempuh hanya dalam waktu dua puluh menit saja. Sayang sekali, jika pantai seunik ini tidak dikunjungi oleh para wisatawan, terutama wisatawan minat khusus yang meminati ekoturisme.

Saat itu kami hanya sampai siang hari. Di samping karena angin yang cukup kencang, kami khawatir juga akan diguyur hujan. Setelah santap siang dengan lauk ayam panggang, yang kami panggang sendiri di bibir Pantai Halete, kami pun segera pulang.

Jika ada di antara pembaca yang hendak datang di Sumba Barat Daya, jangan lupa juga main ke Pantai Halete ya.

(Rofinus D Kaleka)