Mohon tunggu...
Choirul Huda
Choirul Huda Mohon Tunggu... Kompasianer sejak 2010

Penulis di Kompasiana (Kompasianer) yang hobi reportase untuk menulis catatan harian, musik, olahraga, fiksi, dan sebagainya. @roelly87 (www.roelly87.com)

Selanjutnya

Tutup

Wisata Artikel Utama

Membongkar "Rahasia" Bea Cukai

25 November 2015   02:15 Diperbarui: 25 November 2015   12:32 11794 22 19 Mohon Tunggu...

(Esai Foto) Kronologis Blogger Membongkar Rahasia Bea Cukai 

BEA dan Cukai. Di kolong langit ini, siapa sih yang tidak mengenalnya? Kebetulan, bulan lalu, sempat heboh mengenai kinerja instansi pemerintah ini terkait banyak beredar barang impor ilegal. Bahkan, hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi instruksi khusus untuk menanggulanginya. 

"Instruksi saya pada Dirjen Bea Cukai untuk mengusut impor ilegal sudah dilaksanakan. Praktik ini harus dibasmi -Jkw," tutur Jokowi melalui akun twitter pribadinya, @jokowi, pada 16 Oktober lalu.

Saya sependapat dengan pria asal Solo tersebut. Sebagai bagian dari masyarakat luas, kita harus aktif mengawasi kinerja pemerintah. Termasuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Sebab, mereka memegang peranan penting dalam perekonomian negara ini. 

Nah, gayun pun bersambut. Menjelang Hari Anti Korupsi Sedunia yang diperingati setiap 9 Desember, saya bersama belasan rekan blogger mendapat kehormatan untuk menyaksikan kinerja Bea Cukai. 

Sebagai blogger yang penasaran dengan kinerja mereka dari penghulu ke hilir dan sebaliknya, tentu kesempatan ini tidak saya sia-siakan. Alhasil, kami, para blogger menggeruduk markasnya di dua tempat berbeda pada Rabu, 18 November 2015.

Apa dan bagaimana kinerja Bea Cukai kami "bongkar" habis-habisan. Simak kronologisnya di bawah ini:

Saya dan belasan blogger berkumpul di dua tempat berbeda. Depan ITC Cempaka Putih dan Stasiun Juanda dengan menaiki bus yang disediakan pihak Bea Cukai.

*      *      *

Kami sampai di Kantor Pos Pasar Baru yang bertempat di Jalan Lapangan Banteng Utara Nomor 1, Jakarta Pusat, sekitar pukul 08.00 WIB. Sekilas info, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) memang mendapat tempat di gedung tersebut pada lantai dua.

*      *      *



Seperti biasa, sebelum mengikuti acara, kami harus registrasi dulu. Ini sebagai bukti kami blogger yang tidak hanya aktif di dunia maya saja, melainkan juga dunia nyata.

*      *      *

Selanjutnya, kami mendapat seperangkat alat salat name tag dan buku panduan dari pihak penyelenggara. Gunanya, sebagai penunjuk identitas kami yang sebenarnya.

*      *      *

Sesi diskusi dengan tiga narasumber. Dari kiri ke kanan sebagai berikut:
- Nurtanti Widyasari yang menjabat sebagai Kepala KPPBC Tipe Pratama Kantor Pos Pasar Baru
- Muhammad Akhadi Jatmiko (Kepala Bidang Analisis dan Tindak Lanjut Kepatuhan Internal PUSKI)
- Himawan Setiyo (Kasubsi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC Tipe Pratama kantor Pos Pasar Baru)

Ternyata, di balik wajah yang serius, mereka asyik diajak untuk diskusi. Tidak ada gap di antara kami. Semua larut dalam dialog mengenai kinerja Bea Cukai tanpa ada yang ditutup-tutupi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x