Mohon tunggu...
Choirul Huda
Choirul Huda Mohon Tunggu...

Penulis di Kompasiana (Kompasianer) yang hobi reportase untuk menulis catatan harian, musik, olahraga, fiksi, dan sebagainya. @roelly87 (www.roelly87.com)

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kampuang Nan Jauh di Mato

9 Oktober 2012   18:28 Diperbarui: 24 Juni 2015   23:01 0 0 0 Mohon Tunggu...

Sawah berjenjang Merupakan panorama alam nan menakjubkan Mahakarya nenek moyang kita Masa kecilmu Pernahkah kau berlari-lari di pematang sawah seusai hujan? Atau bahkan terjatuh masuk sawah Bermain-main di halaman surau Lalu terpeleset masuk kolam ikan Ah, kampuang nan jauh di mato

*     *     *

Kampung adalah negeri abadi Tempat cinta dan rindu dipautkan Tempat dimana lambaian tangan untuk pertama kali diayunkan Kampung Tempat bermain sesama besar Menghafal Quran dengan teman sebaya Teman belajar salat yang tamaknina Salat khusu' Dan, tak pernah tinggal Tempat belajar tegak Berdiri betul Menghadap kiblat

*     *     *

Kampung kita adalah surau besar Kehidupan anak negeri Di sana rotan dilecutkan pada kaki kecilmu yang gemuk Tatkala suara azan dari surau berkumandang di subuh buta Maka, anak-anak bangun dengan malas Ah, masa kanak-kanak yang tak terbeli

*     *     *

Kampung, di sini aku berpuasa untuk pertama kali Saat lapar melilit Saat Umi, Bunda, Mandeh menyengseng kodeknya lalu mengejar kita Tatkala ketahuan Mencuri nasi di bawah tuduang saji Kita lari terbirit dan takut pulang Tapi, tahukah kalian kini? Betapa sayangnya Mandehmu kepadamu Malulah pada air di Maninjau Di Singkarak, dan di danau Diateh dan Dibawah Yang selalu memberi manfaat bagi kita Malulah pada murai Malulah pada cacing Tidak berpura-pura, tapi tulus Ketulusan adalah jalan lurus... Ah, kampuang nan jauh di mato

*     *     *

Bareh Solok - Muara Kalaban, 2009 SGL - 10 Oktober 2012

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x