Choirul Huda
Choirul Huda wiraswasta

Penulis di Kompasiana (Kompasianer) yang hobi reportase untuk menulis catatan harian, musik, olahraga, fiksi, dan sebagainya. @roelly87 (www.roelly87.com)

Selanjutnya

Tutup

Hiburan

Kembalikan Ariel yang Dulu

13 September 2012   05:37 Diperbarui: 25 Juni 2015   00:32 6084 4 0
Kembalikan Ariel yang Dulu
1347509502142218

[caption id="attachment_198730" align="aligncenter" width="472" caption="Ariel dalam video klip terbarunya Noah (Dok. noah-site.com)"][/caption] Pikiranku, tak dapat kumengerti Kaki di kepala, kepala di kaki Pikiranku, patutnya menyadari Siapa yang harus, dan tak harus kucari... - Diatas Normal (2004)

*      *      *

"Ariel telah berubah. Baik secara musikalitas, personil,  hingga tampilan keseluruhannya," bunyi pesan pendek yang masuk dua minggu lalu. Saat itu, seorang kawan yang merupakan koresponden sebuah media, mengeluarkan uneg-unegnya. "Video klip Ariel (Noah) yang baru, "Separuh Aku" terasa beda banget. Sudah begitu, liriknya lebih mendayu-dayu,tidak seperti album 2004 dulu. Jujur, saya kangen dengan intonasi Ariel di lagu Di Atas Normal, yang populer dan keren habis," lanjut kawan saya lagi. Gadis berusia sekitar seperempat abad itu, memang seorang penggemar fanatik Ariel dan band terbarunya, Noah. Namun, ia sempat kecewa ketika pecahan Peterpan tersebut, mengeluarkan single "Separuh Aku" yang disebutnya datar saja. Saya sendiri menyukai musikalitas Peterpan sejak album perdana mereka, Taman Langit, yang mempopulerkan lagu "Topeng". Apalagi ketika band asal Bandung itu meroket setelah dipopulerkan majalah Hai, dengan menahbiskannya sebagai Rockie on the Year 2002 dan band terbaik 2004. Puncaknya, saat album Bintang di Surga, berhasil melibas album Langkah Baru - Rajda, dan Laskar Cinta dari Dewa. Album yang identik dengan kaca spion kendaraan tersebut, terjual lebih dari satu juta keping di seluruh Indonesia. Hingga, Hai -saat itu merupakan majalah barometer musik di Indonesia- mengganjarnya dengan gelar album terbaik 2004 yang berisi 10 lagu  berkualitas. Apalagi Peterpan mengeluarkan tujuh video klip andalan untuk menyokong penjualan album yang melegenda itu. Klip "Ada Apa Denganmu" dinilai sangat keren, karena dibintangi model yang saat itu sedang naik dauh, Masayu Anastia, dengan akting terbalik. Kemudian  "Bintang di Surga" yang disebut sebagai video klip paling mewah dan megah dalam industri musik lokal, karena bercerita tentang pertempuran antara polisi dan perampok, dengan Ariel sebagai tokoh utamanya. Apalagi "Di Atas Normal" yang dapat disebut unik, karena memainkan instrumen seadanya namun menghasilkan lagu yang sangat Wah. Sontak saja, kurun waktu 2004 hingga pertengahan 2006, nama Peterpan berkibar di blantika musik Indonesia. Band yang dibentuk 1 September 2000 itu, mampu menjadi nomor satu dengan menggeser popularitas band papan atas sebelumnya, seperti Slank, Dewa, Sheila On 7, Padi, hingga Jamrud. Namun, seperti halnya Nirvana, band asal Seattle yang menginspirasi Ariel, bisa dikatakan bahwa Peterpan cepat meroket, tetapi juga cepat meredup. Perpecahan di akhir 2006 membuat Peterpan ditinggal dua personilnya, Andika dan Indra, dengan menyisakan Ariel, Uki, Reza dan Lukan yang kelimpungan mencari nama baru untuk band mereka. Sampai pada akhirnya, Ariel, terkena skandal rekaman video dengan dua artis Indonesia di bulan Juni 2010. Tak pelak, pria bernama asli, Nazril Ilham itu harus mendekam sebagai pesakitan di rutan Kebon Waru, Bandung.

*      *      *

Mengapa hidup begitu sepi Apakah hidup seperti ini Mengapa ku selalu sendiri Apakah hidupku tak berarti Coba bertanya pada manusia Tak ada jawabnya Aku bertanya pada langit tua Langit tak mendengar...

- Langit Tak Mendengar (2005) "Ariel memang telah berubah. Dia tidak se-atraktif dulu, sekarang terkesan pemalu. Mungkin akibat skandal dua tahun silam yang menjadikannya pangling. Semoga saja di album terbarunya, mereka lebih inovatif lagi, atau setidaknya bisa menyamai pencapaian Bintang di Surga," ujar sang kawan dalam pesan yang saya baca dua hari yang lalu. Saat itu, beliau sempat mengajak untuk menghadiri acara jumpa pers band Noah di sebuah mal di kawasan Senayan, pada hari Selasa (11/9). Tetapi, berhubung waktunya bentrok, terpaksa saya kembali menolak meski penasaran dengan konsep terbaru band yang berganti nama tahun 2010 itu. Sebab dalam tiga tahun belakangan saya belum pernah menyaksikan menyaksikan penampilan Noah yang merupakan eks penggawa Peterpan. Hingga kini saya sendiri masih belum mengetahui apa yang menyebabkan sang kawan mengatakan Ariel telah berubah.

*      *      *

- Gebrakan Baru Noah di Blantika Musik Dunia - Mengenang Kepergian RA Kosasih, Inspirasi Komikus Indonesia

*      *      *

Jakarta, 13 September 2012