Choirul Huda
Choirul Huda wiraswasta

Penulis di Kompasiana (Kompasianer) yang hobi reportase untuk menulis catatan harian, musik, olahraga, fiksi, dan sebagainya. @roelly87 (www.roelly87.com)

Selanjutnya

Tutup

Hankam

Di Usia TNI ke 66 Ini, Semoga Tidak Ada Lagi Paswalyur: Pasukan Pengawal Sayur...

6 Oktober 2011   14:43 Diperbarui: 26 Juni 2015   01:15 526 0 0

"Kalau sedang mengawal sayur, kami sering dijuluki 'Paswalyur' alias Pasukan Pengawal Sayur..." Ucap seorang Tamtama TNI, yang tidak ingin disebut namanya, berseloroh. (Sumber: Kompas Cetak. Kamis, 06 Oktober 2011)

[caption id="attachment_134203" align="aligncenter" width="600" caption="Patroli TNI di Perbatasan Indonesia - Papua Nugini (Sumber Foto: http://images.kompas.com/photos/view/62500#photos/view/62500 )"][/caption] Pasukan Pengawal Sayur? Bingung, Heran, Kaget dan mengkerutkan kening hingga bercampur aduk menjadi satu. Itulah gambaran yang dapat saya tangkap, saat membaca koran Kompas hari ini. Saya yang terkadang berpikiran negatif tentang TNI, kesatuan yang dimasa damai hidup tenang, hanya berlatih dan dapat bebas keliling nusantara?. Kini baru menyadari, bahwa mereka pun sebenarnya sangat prihatin hidupnya. Tidak seperti anggapan masyarakat, yang menyangka TNI hanya makan gaji buta. Salut untuk perjuangan Prajurit TNI.

*  *  *

Sungguh miris, melihat nasib tentara kita, terutama yang bertugas di perbatasan. Bertaruhkan selembar nyawa demi mempertahankan kedaulatan tanah air, harus kuat menghadapi rintangan yang datang silih berganti. Adakalanya dari luar, cuaca yang terkadang ekstrim, juga gangguan dari binatang buas, yang senantiasa mengintai mereka apabila lengah. Mereka hidup apa adanya, meninggalkan keluarga yang dicintai selama beberapa bulan untuk bertugas. Juga harus pintar-pintar mencari tambahan penghasilan untuk mensiasati kebutuhan keluarganya. Bahkan rela meluangkan waktu liburnya demi masa depan anak-anaknya. Ada yang menjadi tukang ojek, sopir dadakan, bahkan membantu angkutan sayur, seperti dari Cipanas-Cisarua ke pasar Bogor. Untungnya, kegiatan yang mereka lakukan tidak dipermasalahkan oleh atasannya masing-masing. Sebab mereka mencarinya dengan cara Halal dan tidak mengganggu tugas Pokok TNI. Apalagi, didukung sendiri oleh Mabes TNI, melalui Kepala Pusat Penerangan, Laksamana Muda Iskandar Sitompul, yang mangakui masih banyak prajurit TNI yang usahanya dalam rangka mensejahterakan keluarganya sangat layak ditiru dan memotivasi masyarakat luas. Saat ini, pemerintah melalui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam upacara hari jadi ke 66 TNI, di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Menyampaikan bahwa, Pemerintah mendukung pembangunan kekuatan TNI melalui kenaikan anggaran, termasuk salah satunya untuk peningkatan kesejahteraan prajurit dan pegawai negeri sipil di lingkungan militer beserta keluarganya. Semoga saja dengan semakin sejahteranya prajurit TNI, membuat mereka lebih termotivasi untuk menjaga kedaulatan negeri ini. Sebab sebagai tentara, TNI hanya berpihak kepada kepentingan seluruh rakyat dan negara, serta tidak akan pernah berhenti dalam berjuang mewujudkan cita-cita Bangsa. Dan kedepannya, dapat terjamin kesejahteraan yang merata dalam TNI. Agar tidak ada lagi "Paswalyur" dikemudian hari...

Dirgahayu TNI yang ke 66, Bersama Kita Mengawal Republik Ini....

*     *     *

Sumber: Harian Kompas, Kamis 06 Oktober 2011, Website resmi TNI, Kantor Berita Antara.

Foto: Images Kompas.com