Mohon tunggu...
Robert Parlaungan Siregar
Robert Parlaungan Siregar Mohon Tunggu... lainnya -

Sekarang Pemerhati Indonesia Kekinian.

Selanjutnya

Tutup

Politik

Absurd, Jasa Marga Suka Uang Tunai

5 Juli 2016   12:00 Diperbarui: 5 Juli 2016   12:04 390
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Setiap tahun kita mendengar anjuran Jasa Marga:Gunakan e-Toll Card Agar Mudik Lebih Lancar.Selanjutnya Jasa Marga memperkuat pernyataannya: pembayaran dengan E-Toll akan mengurangi penumpukan uang tunai di gardu tol dan meningkatkan keamanan dalam bertransaksi.

Anjuran diatas bertentangan dengan kenyataan bahwapembayaran melalui e-Tollsaat ini baru sekitar 20 persen dari seluruh transaksi ruas tol Jasa Marga sebanyak 110 juta transaksi.

JasaMarga paling tahu buruknya transaksi dengan tunai

Pada tahun-tahun pertama beroperasinya Jalan Tol, Direktur Utama Jasa Marga bercerita berapa repotnya menggeledah karyawan Tol setiap pulang kerja. Pada waktu itu, hanya dikenal pembayaran tunai.

Malah beberapa karyawan mengaku mereka berpesta pora sampai dapat membeli mobil

Banyaknya uang tunai mempersulit Audit oleh Jasa Marga, Kantor Pajak maupun BPK/KPK . Juga lebih banyak makan waktu.

Penanganan Uang Receh

Jasa Marga perlu menyiapkan kembalian dalam bentuk recehan di setiap Pintu Toll. Kembalian sudah dibungkus rapih untuk setiap kemungkinan pembayaran.

Sebagai contoh ruas Tol berikut:

Golongan Kendaraan: I II III IV V

Plumbon- Ciperna 3500, 4500, 5500, 7000, 8500.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun