Mohon tunggu...
Robi Deslia Waldi
Robi Deslia Waldi Mohon Tunggu... Asisten Pribadi - Forester and Environmentalist

Hari ini untuk Esok @rimbaraya.indonesia @forestdigest @rfmrcsea.ipb @keranjang_in

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Menjemput Generasi Penerus Bangsa bersama Departemen Silvikultur IPB University

20 Maret 2021   12:05 Diperbarui: 20 Maret 2021   12:10 577
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pemaparan Prof. Iskandar Z. Siregar pada Webinar "Satu Hari Menjadi Mahasiswa Silvikultur"

Negara Kesatuan Republik Indonesia di tahun 2045 akan menyentuh usia kemerdekaan yang ke 100. Usia Negara yang sudah tidak muda dan dipandang oleh sebagian pihak sebagai usia emas. 

Pada usia emas ini diharapkan Indonesia menuju yang lebih maju dan berkembang serta mampu bersaing dengan negara lainnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Harapan ini dapat dicapai oleh suatu negara dengan mengakomodir generasi penerus bangsa di bidang Pendidikan agar bisa meningkatkan daya saing sumberdaya manusianya.

Kemajuan negara Indonesia kedepan ada ditangan atau genggaman Pemuda sebagai penerus bangsa ini. Pemuda berperan besar bagi perubahan-perubahan sosial di lingkungan disaat ini dan masa depan atau dikenal sebagai agent of change (agen perubahan). 

Peran yang seharusnya dijalani oleh pemuda Indonesia saat ini dan di masa depan yaitu berjuang demi kemajuan bangsa dengan memperbanyak memahami lingkungan dan belajar melalui kesadaraan pentingnya pendidikan. 

Hal ini, karena pendidikan menjadi salah satu kunci besar dan majunya suatu negeri. Bekal pendidikan ini berpotensi melahirkan karya-karya, inovasi, dan semangat juang demi memajukan bangsa dan negaranya. 

Penyadaran pentingnya pendidikan bagi pemuda untuk meneruskan atau melanjutkan kemajuan di bidang Kehutanan dan Lingkungan diwujudkan oleh adanya Kegiatan Webinar "Satu Hari Menjadi Mahasiswa Silvikultur" yang dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2021 oleh Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University.

"Harapannya dengan adanya kegiatan ini dapat mengenal dan memilih Departemen Silvikultur sebagai pilihan dalam menentukan pendidikan di tingkat sarjana bagi siswa/i SMA/SMK/MA di Indonesia" Ungkap Dr. Omo Rusdiana yang menjabat sebagai Ketua Departemen Silvikultur dalam sambutannya.

Sekertaris Departemen Silvikultur Dr. Erianto Indra Putra menjelaskan bahwa pada kerangka kompetensi Abad 21 ini mindset diubah karena peningkatan daya saing sumberdaya manusia kedepan tidak hanya cukup pintar karena pengetahuan saja tetapi perlu dilengkapi dengan kemampuan berpikir, berkarakter dan berkemampuan memanfaatkan informasi dan komunikasi yang berkembang di era globalisasi ini. 

Departemen Silvikultur sebagai departemen yang memadukan atau mengkolaborasikan ilmu, teknologi dan seni dalam pembinaan ekosistem hutan menjawab kerangka kompetensi tersebut dengan menyelenggarakan K2020 MBKM sehingga mampu mencetak Pemuda yang Kreatif, Inovatif, Solutif, Komunikatif dan Kolaboratif pada bidang Kehutanan dan Lingkungan. 

Departemen Silvikultur yang berdiri tahun 2005 sudah mencetak lulusan-lulusan yang mampu bersaing baik di dalam negeri dan luar negeri. Hal ini dibuktikan dari pernyataan Alumni yaitu Rhomi Ardiansyah yang melanjutkan studi di Northeast Forestry University, China dan  M. Iqbal Maulana yang melanjutkan studi di Wageningen University, Belanda bahwa Silvikultur mengajarkan banyak hal diantaranya hutan tidak hanya mengambi kayunya saja tetapi mampu meningkatkan produktivitas hutan dalam menerapkan pengelolaan hutan secara lestari sehingga bermanfat secara ekonomi, ekologi dan sosial.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun