Mohon tunggu...
Raga Galut Saputra
Raga Galut Saputra Mohon Tunggu... Guru - Guru Program Keahlian Animasi

sederhana, dinamis, open minded, menyukai tantangan.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Video Tutorial sebagai Alternatif Sumber Informasi Siswa

7 Desember 2022   13:03 Diperbarui: 7 Desember 2022   13:08 85
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sebagai fasilitator, guru berperan secara dominan dalam memfasilitasi kebutuhan belajar bagi siswanya khususnya di dalam kelas. Dominasi guru dalam kelas tidak lantas menimbulkan masalah. Salah satunya siswa cenderung memposisikan guru sebagai sumber informasi, alih-alih sebagai fasilitator atau wasit dalam belajar. 

Kebiasaan ini tentunya akan menghambat perkembangan siswa dalam belajar, manakala mereka tidak dapat menemukan kesulitan yang tidak dapat diatasi dari informasi yang guru sampaikan. Tulisan kali ini, akan lebih bersifat sebagai rangkuman mengenai best practice dari KBM apa yang sudah penulis lakukan pada siswakelas XI Animasi SMK Negeri 2 Jepara.

Sebagai latar belakang berdasarkan pengamatan sebelum pelaksanaan KBM dilakukan, diketahui bahwa siswa belum terbiasa untuk memanfaatkan sumber informasi alternatif yang dapat mendukung proses belajar, dan cenderung hanya bersumber dari guru. Beranjak dari permasalah  ini, penulis mencoba untuk melakukan sebuah inovasi agar siswa mulai memanfaatkan sumber-sumber informasi alternatif lain yang relevan dengan kegiatan belajar yang dilakukan. 

Sehingga setelah mengimplementasikan kegiatan praktik diharapkan siswa dapat melakukan eksplorasi sumber informasi alternatif guna menunjang kegiatan latihan dan demonstrasi terhadap materi-materi animasi 2D khususnya pada perancangan pergerakan digital 2D. Sehingga siswa tidak terpaku pada satu sumber saja yaitu guru dalam kegiatan belajar yang mereka lakukan, siswa lebih aktif dan mandiri.

Dalam kegiatan praktik ini penulis berperan sebagai guru yang menjadi fasilitator dan "wasit" bagi siswa dalam rangka melakukan eksplorasi dan menemukan solusi atas kesulitan yang dialami pada materi yang disampaikan.

Tantangan terbesar yang penulis temukan di antaranya; kesulitan terkait merancang perangkat pembelajaran yang operasional dan sistematis dan respon yang beragam dari siswa terkait penerapan hal baru yang dilakukan dalam kelas mereka. Walau demikian model pembelajaran berbasis project dan media video tutorial yang digunakan ternyata cukup efektif pada kegiatan KBM yang dilakukan.

Dari keseluruhan rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan dampak positif yang didapat di antaranya:

  • Siswa mulai mencoba untuk melakukan eksplorasi dengan sumber-sumber informasi alternatif yang guru sampaikan.
  • Siswa dapat mengemukakan pendapatnya terkait metode baru yang mereka temukan selain dari metode yang guru demonstrasikan. Misalnya guru mendemonstrasikan langkah membuat tween dari 2 keyframe (awal dan akhir), siswa dapat menemukan alternatif metode lain yaitu langsung menerapkan tween pada frame 1 baru kemudian membuat keyframe yang ke 2

Berikutnya respon baik yang di dapat antara lain;

  • Pemantik berupa link video tutorial yang guru contohkan dapat dikembangkan dengan mencari alternatif-alternatif sumber informasi lain. Tidak hanya yang berwujud video tutorial tapi juga berwujud tekstual misalnya laman website berisi step-step pembuatan symbol dan tween.
  • Siswa mulai nyaman menggunakan format LKPD sebagai petunjuk kerja.
  • Siswa mulai mahir menggunakan google slide sebagai media untuk melakukan presentasi.

Pembelajaran yang didapat dari keseluruhan proses yang sudah dilakukan adalah:

  • Perlunya menuliskan detail terkecil dari susunan kegiatan pembelajaran agar berjalan sesuai rencana.
  • Perlunya membuat rencana cadangan sebagai backup jika kondisi tidak sesuai dengan rencana utama
  • Perencanaan dan koordinasi yang matang mutlak diperlukan sebelum pelaksanaan rencana aksi.
  • Guru harus memiliki kesiapan dan kecakapan baik dalam aspek mental, penguasaan substansi perangkat pembelajaran dan membuat rencana cadangan sebelum memulai rencana aksi.
  • Hal-hal teknis harus dicek dengan seksama sebelum rencana aksi dilakukan bahkan pada detik-detik terakhir.
  • Menyiapkan siswa dengan maksimal termasuk memberikan media, materi, dan LKPD 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun