Mohon tunggu...
Randy Mahendra
Randy Mahendra Mohon Tunggu... https://randy-mahendra.blogspot.com

https://randy-mahendra.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

"Review Of Mice and Men", Manusia dan Mimpinya

21 Januari 2019   10:57 Diperbarui: 21 Januari 2019   11:14 863 1 0 Mohon Tunggu...

Saya tertarik dengan John Steinbeck, mula-mula karena membaca wawancara Pramoedya Ananta Toer tentang beberapa penulis yang disebutnya sebagai rolemodel. Salah satunya John Steinbeck penulis Amerika Serikat, lahir di Salinas, California, pada tahun 1902.  Mendapat Penghargaan Nobel 1962, enam tahun sebelum dia meninggal dunia.

Pramoedya mengaku  belajar teknik melukis narasi secara detail berkat Steinbeck. Dia juga menerjemahkan salah satu novel Steinbeck Of Mice and Men. Sayangnya saya tak membaca Of Mice and Men versi Pramoedya, melainkan yang diterjemahkan Eriyanti E. Taman, dan diterbitbakn Gramedia Pustaka, 2017. Dengan judul Bahasa Indonesia Tikus dan Manusia.

Beberapa kilometer arah selatan dari Soledad, Sungai Salinas mengalir merapat ke tepian sungai di sisi bukit dan merembah dalam dan hijau... (hal 7)

Paragraf pertama di buka dengan narasi detail tentang sungai Salinas dekat Soledad. Dan pegunungan, pohon-pohon, dan kadal. Satu hal, Steinbeck sering menempatkan latar novelnya di Salinas, di mana Steinbeck lahir di sana. Adalah George Milton dan Lennie Small, dua karakter utama. 

George digambarkan bertubuh pendek dan kecil, sedangkan Lennie bertubuh bongsor dan tinggi tapi sedikit lamban berpikir, atau bahasa kasarnya, punya sedikit penyakit mental; idiot atau tunagrahita.

"Lennie!" katanya dengan nada tajam. "Lennie, demi Tuhan, jangan minum terlalu banyak." Lennie terus mendengus ke dalam sungai. Si lelaki kecil membungkik dan mengguncang-guncang bahu temannya. "Kau bakal sakit seperti semalam." (hal.9-10)

Dari cara menggambarkan tokoh, terlihat betapa Steinbeck adalah penulis yang cakap. Show, don't tell. Di dalam logika cerita, yang terpenting adalah bagaimana menunjukan sesuatu, bukan mengatakan. Kita tahu, dari sedikit cuplikan di atas, bagaimana karakter George dan Lennie. Tanpa mengatakan bahwa Lennie konyol. Dan cara narasi seperti itu memang ciri khas Steinbeck. Itu menjadi gaya naratifnya.

George dan Lennie bisa dikatakan dua sahabat karib. Sedang dalam perjalan menuju peternakan. Tempat kerja mereka yang baru. Latar sosial dalam cerita ini adalah saat depresi ekonomi di Amerika Serikat. Mereka pindah kerja dari Weed, saat Lennie dituduh  memerkosa seorang wanita hanya karena menyentuh gaun indahnya. 

Padahal, Lennie hanya menyukai hal-hal yang lembut. Seperti gaun, bulu tikus, kelinci, atau anjing. Tapi karena mentalnya yang sedikit terbelakang membikin Lennie sering mendapat masalah dari kebiasaannya itu.  

Di tempat kerja yang baru, di bagian lain California, lembah Salinas, di sebuah perternakan  Soledad Selatan,  merereka bekerja mengangkat karung-karung gandum. Di sana mereka berkenalan dengan Candy si pekerja tua yang bertugas untuk bersih-bersih, Slim si penggembala hebat, Carlson , serta Whit dan seorang negro bernama Crooks, mereka sama-sama sendirian dan kesepian. Tak punya masa depan. Tak punya mimpi. Seperti yang sering dikatakana  George berulangkali pada Lennie:

"Orang-orang seperti kita, yang bekerja di peternakan, adalah orang-orang paling kesepian di dunia. Mereka tidak punya keluarga. Mereka tidak cocok di tempat mana pun. Mereka datang ke peternakan dan bekerja keras, lalu pergi ke kota dan menghamburkan hasil kerja keras mereka, lalu setelahnya merek banting tulang lagi di pertenakan lain. Mereka tidak punya cita-cita." (hal 23)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x