Mohon tunggu...
Raden Mahdum
Raden Mahdum Mohon Tunggu... Mahasiswa Bersama Rakyat

Aktivis

Selanjutnya

Tutup

Hukum

KPK Berisi Mafia dan Maniak, Tidak Pantas Diberikan Independentsi Lebih

5 Mei 2021   12:44 Diperbarui: 5 Mei 2021   12:56 114 1 0 Mohon Tunggu...

Pada dasarnya, KPK adalah lembaga bentukan reformasi, yang juga pada dasarnya adalah lembaga khusus untuk memberantas korupsi di tanah air ini. tetapi kian lama, lembaga yang dianggap sebagai super hero rakyat ini ternyata memanfaatkan independensi yang diberikan kepada lembaga tersebut. 

Hal itu dibuktikan dengan beberapa anggota KPK yang ditangkap karena menghilangkan barang bukti koruptor, dan mengadakan negoisasi dengan yang nantiya akan dijadikan terdakwa tindak pidana korupsi.

Sebenarnya, tidak ada satupun rakyat indonesia yang tidak menginginkan adanya pemberantasan korupsi. Ke urgensian dalam pemberantasan korupsi kiranya adalah hal yang harus di junjung dalam menyelenggarakan pemerintah. Bahkan rakyat indonesia juga menginginkan suatu pemerintahan yang bersih, yang memang peduli rakyat, dan juga tidak mengsensarakan rakyat dengan praktik-praktik biadab seperti korupsi, kolusi dan nepotisme. oleh karenanya KPK juga merupakan lembaga yang sangat diharapkan oleh rakyat untuk memberantas korupsi, sebagaimana tugas KPK semestinya.

Pengalihan keanggotaan KPK sebagaimana di amanatkan dalam UU No. 19 Tahun 2019, yaitu "anggota kpk diwajibkan ASN" membawa dampak besar bagi keorganisasian KPK. Di kutip oleh Merdeka.com, Beredar kabar sejumlah pegawai kpk tak lulus tes wawasan kebangsaan.

Tes tersebut sebagai lanjutan peralihan status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara. Peneliti ICW beranggapan, ketidak lulusan sejumlah pegawai dalam tes wawasan kebangsaan telah dirancang sejak awal. menurutnya, cara tes ini, bak episode akhir untuk menghabisi dan membunuh KPK. Dalam hal ini, ICW sendiri salahkan DPR dan jokowi.

Menurut beberapa ahli dan juga penulis sendiri, ini merupakan argumentasi ngawur yang diberikan ICW. Mengapa? Sebab ICW ini tidak mempunyai kerjaan selain menuduh, dan menyalahkan pemerintah. Karena, pada saat kemarin, Bukti dan data-data di KPK tentang Koruptor hilang, kok ICW Diam saja, seakan-akan senyap dan tidak mempedulikanya?  

Banyak dari anggota KPK yang menghilangkan bukti-bukti lalu ditangkap, kok ICW diam saja, seperti hanya menonton? ini yang seharusnya ditekankan. bahwa ternyata memang, di dalam KPK sendiri sebagai lembaga yang berfungsi untuk memberantas korupsi, malah dalam Internal kpk juga mengadakan Korupsi, ini sangat bahaya jika KPK diberikan suatu indepentsi lebih, bahkan dalam praktinya, KPK sendiripun terkadang juga melanggar hukum.

Indonesia sebetulnya sudah salah langkah dengan membiarkan suatu lembaga yang independentsinya mengalahkan lembaga-lembaga lain. sebenarnya, praktik seperti ini sudah lama terjadi.

Hal ini dibuktikan dengan pengkuan koruptor dan sekaligus mantan anggota demokrat, Nazarudin. Ia mengatakan dalam suatu wawancara terbuka, Ia ditawari 10 miliar agar stop ungkap korupsi hambalang, kemudian salah satu dialognya, nazarudin, mentakan dia akan terus mengungkap dan memberikan data terkait korupsi hambalang, kemudian lawan bicaranya berkata, Masalah di KPK Sudah di amankan"

Dalam hal ini saja, kita juga mengetahui, ternyata memang di KPK sendiri juga bermain sedemikian rupa, layaknya para pejabat yang terlibat korupsi. Ini yang bisa dibilang membahayakan. 

Kemudian, pada 2019 lalu, ribuan masa, baik mahasiswa ataupun rakyat biasa, berdemo besar-besaran menolak revisi UU KPK. Berita undercovernya adalah, ternyata KPK sendiri yang mendoktrin bahwasanya Revisi UU KPK akan menghilangkan independentsi KPK, akan memperlemah KPK.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN