Mohon tunggu...
Rietsy Dandel
Rietsy Dandel Mohon Tunggu...

Kristen, energic, friendly, openmind dan simple. Senang berbagi dengan oranglain terbuka akan pembaruan dan pengetahuan. Optimis, kritis untuk ketidak adilan, polapikir internasional dibumbui kepribadian nasional/lokal, yang pasti mati masuk sorga.

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

"Calon Ibu Pejabat Galau di Negeri Orang"

20 September 2014   03:11 Diperbarui: 18 Juni 2015   00:10 0 2 2 Mohon Tunggu...

Sebut saja Ibu PG yang senang ikut perjalanan dinas suaminya ke luar negeri, motonya " selama bisa menikmati fasilitas sekaligus liburan kenapa tidak?" katanya.  Kali ini perjalanan dinas suami ke Negeri Korea, yang top dengan sinetron dan fashion mendunia,  menjadi daerah tujuan wisata pilihan saat ini, "nah..kenapa juga tidak diambil kesempatan walaupun bayar biaya tambahan yang penting bisa foto-foto dan merasakan masakan bulgogi langsung".  Selasa siang itu suami Bu PG sedang bertugas, maka sendirianlah dirinya dikamar, bosan dan lapar membangkitkan semangat dirinya untuk keluar hotel sambil mencari pengalaman baru jalan-jalan sendiri.               " Waah....dingin dan bersih sekali udara di kota ini" pikirnya, "loh...kok ada lansia sibuk dipinggir jalan?" diperhatikannya tingkah nenek-nenek itu, ternyata dia bertugas membersihkan rontokan daun serta apapun yang berada dijalan setapak.  Kagum dan heran diotaknya sambil berfikir "kalau di Indonesia lansia tidak boleh kerja".

Tibalah dia di Foodcourt tempat berkumpul para pegawai maupun orang banyak, tanpa ragu dia antri mengambil makanan pilihannya, dengan percaya diri (PD) dipesan 4 macam jenis makanan.  Sambil memandang sekeliling untuk mencari tempat duduk yang enak, lokasi ditengah area.  " Loh..kok semua orang melihat saya, kenapa ya?', dengan gaya tidak perduli dia duduk, sepintas lirik kanan kiri kesemua meja makan, ternyata orang Korea makannya tidak sebanyak dia yang berasal dari Indonesia "kacau malu banget gue!, semua sudah terlanjur basah, bodo amatlah, tancap gas pol santap saja.  Udara dingin, perut lapar, tidak ada yang kenal pula yang penting kenyang".  Satu jam usaha habiskan makanan yang bercitarasa Korea agak pedas tapi gurih, lupa diri sebagai seorang penderita sakit maag dengan sensitifitas perut tinggi.  Semua disantap dan ludes, dia berdiri siap pergi, mendadak pria berseragam kantin umum datang menghampiri sambil berbicara bahasa lokal ke dirinya, sontak Ibu PG bingung melihat bahasa tubuh dan tangan orang tersebut menunjuk meja makannya.  Ooo..ternyata semua peralatan makan dan kotoran sisa makanan harus dibersihkan sendiri, setelah menoleh kiri-kanan takut ada yang kenal dan malu, diapun merespon petugas dengan bahasa Inggris, namun tidak dihiraukan tetap dihardik, tanpa tunggu lama dia bersihkan semua yang ada dimeja makan setelah beres pergilah dia dari tempat itu.

Kejadian tersebut diatas berimbas pada kondisi kesehatan, sudah merupakan kebiasaan dari Ibu PG yang sensitif terhadap suasana hati, jadilah sakit perut kronik,  saat itu matanya fokus mencari dan membaca petunjuk kemana arah jalan menuju toilet?, bingung semua tulisan di sekelilingnya bahasa Kanji Korea, tidak ada latinnya, makin panik, dia lari menuju sudut lain dari kantin sambil mencari orang untuk ditanya, ada petugas wanita yang memperhatikannya datang bertanya dalam bahasa Korea karena tidak bisa menjawab, maka Ibu PG hanya menunjukan perutnya saja, si wanita langsung menggiring dia ke ruang keamanan bukan ke toilet umum, makin kacaulah hatinya setelah melihat kantor keamanan, dia berbalik berputar kearah menuju pintu keluar dari Foodcourt, naik bis menuju hotel.  Setibanya di hotel penerima tamu menyapa dengan ramah "how are you madam?" tapi dia hanya senyum meringis menahan sakit perut lari naik lift.  Melihat kondisi tamunya yang panik dengan muka merah jambu tua, membuat pegawai hotel curiga serta kuatir terjadi sesuatu pada tamunya, diikutinya Ibu PG menuju kamar,  setelah pintu berusaha dibuka dengan kartu dibantu pegawai barulah kamar terbuka, Ibu PG lari langsung masuk kamar mandi, tinggalah dua orang pegawai hotel menunggu didalam kamar dengan gelisah hingga 5-7 menit berlalu.  Akhirnya keluarlah Ibu PG dengan wajah yang lega tapi pucat, setelah muntah dan BAB, "are you allright madam?" .  "Yes, thank you I'm fine, it's okay  now, only stomach-ache". Setelah meyakinkan tamunya sehat dan aman merekapun meninggalkan Ibu PG di kamarnya, merenungkan pengalaman ribetnya akibat tidak mampu berkomunikasi dan belum mengenal kebiasaan lokal penduduk yang disiplin.

Keesokan harinya, suami dan pejabat lokal mengajak Ibu PG jalan-jalan  sambil menikmati pemandangan, hatinya penasaran untuk bertanya kepada staf lokal Indonesia, tentang lansia yang bekerja di pinggir jalan,  kasihan pikirnya, dijelaskan bahwa itu adalah permohonan komunitas lansia agar menepis tanggapan bahwa Lansia dianggap tidak mampu berkarya, walaupun ada petugas khusus kebersihan yang menggunakan teknologi canggih merawat dan membersihkan jalan umum.   Mereka sendiri minta dipekerjakan, hanya dalam waktu lebih kurang  satu sampai  dua jam  beberapa hari, dalam satu minggu untuk lebih berguna sambil berolah raga.  Hebat pengelola negeri Korea yang bisa memanfaatkan SDM dengan tidak memberatkan individu yang sudah dalam usia senja, namun tetap diperhatikan demi kesehatan lansia.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x