Mohon tunggu...
Rizqi krisharyanto
Rizqi krisharyanto Mohon Tunggu... Bakul

Pedagang

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Covid 19 Fenomena Global, Kelemahan Manusia Serta Kebesaran Allah SWT

2 April 2020   10:20 Diperbarui: 2 April 2020   11:52 277 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Covid 19 Fenomena Global, Kelemahan Manusia Serta Kebesaran Allah SWT
Foto Suara.com

Dalam kesempatan ini izinkan saya untuk mengingatkan seluruh kaum muslim khususnya yang berada di Indonesia tentang perihal berikut ini:

1. Covid19 adalah tanggung jawab semua manusia. Terlepas dari perbedaan bagaimana menyikapinya dan apa yang mempengaruhinya.

2. Fenomena Covid19, serta efek krisis yang terjadi setelahnya adalah waktu bagi umat Islam untuk memikirkan bagaimana Islam sebagai agama yang sempurna menyikapinya, khususnya ketenangan dalam menghadapi kesulitan, altruisme, dan standar kebersihan secara mandiri.
Tentu saja Ini adalah masalah Aqidah/ keimanan seorang muslim yang harus ditunjukkan setiap hari baik sebagai individu, kelompok, atau bisnis.

3. Umat Muslim ketika dihadapkan dengan cobaan atau pandemi seperti ini tentu menghadapinya dengan mengedepankan Allah swt. Sembari mengadopsi/mengambil langkah ikhtiar, selain itu memohon pengampunan dengan merujuk pada apa yang diatur oleh pemilik alam semesta.
Intinya bahwa orang beriman tunduk kepada Qadha (penghakiman) Allah swt, bahwa musibah itu menimpa manusia agar Allah swt dapat menguji iman mereka dengan-Nya. Sambil berharap kepada Allah swt, bahwa musibah ini tidak dikirim kepada kami sebagai hukuman.

Begitu pula tuntunan dari Nabi Muhammad saw yaitu untuk mengundang manusia agar mencari pengampunan dan melakukan perbuatan baik sambil mencari penyembuhan dengan keyakinan penuh bahwa kesembuhan datangnya hanya dari Allah swt.

Mengikuti Nabi Muhammad Saw tercinta membawa pahala yang besar, begitu juga dalam mengambil nasihatnya dalam mencari obat dan pencegahan, atau dalam memahami bagaimana seorang mukmin seharusnya melihatnya.  Al-Bukhari meriwayatkan melalui Abu Hurairah bahwa Rasulullah (saw) berkata,

لاَ تُورِدُوا المُمْرِضَ عَلَى المُصِحّ


"Orang yang sakit tidak akan memenuhi yang sehat"

 Dan dia Rasulullah saw juga berkata,

 إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ

"Jika Anda mendengar bahwa ada wabah itu di suatu tempat, janganlah kalian masuk kedalamnya, dan jika itu terjadi di tempat kalian berada, maka jangan tinggalkan tempat tersebut" (Al-Bukhari)

Dari Aisyah ra, aku telah bertanya kepada Rasulullah saw tentang wabah taun, maka Rasulullah saw memberitahu kepadaku:

 أنه كان عذابا يبعثه الله على من يشاء, فجعله الله رحمة للمؤمنين, فليس من عبد يقع الطاعون, فيمكث في بلده صابرا, يعلم أنه لن يصيبه إلا ما كتب الله له, إلا كان له مثل أجر الشهيد

 "Ini adalah hukuman yang Allah kirimkan kepada siapa pun yang dia kehendaki, tetapi Allah telah membuatnya menjadi rahmat bagi orang-orang beriman.  Setiap hamba yang tinggal di daerah yang terserang wabah, tetap sabar dan berharap mendapat hadiah dari Allah, mengetahui bahwa tidak ada yang akan menimpanya kecuali apa yang telah Allah putuskan, ia akan diberi hadiah sebagai Syahid. "  (Al-Bukhari)

4. Seperti halnya Covid19, ketika mencari pengobatan dan atau pencegahan, Islam menuntut kita untuk mengambil saran para ahli.
Syariah menuntut muslim untuk mengambil langkah tersebut dengan sungguh-sungguh, karena diketahui bersama bahwa kita akan dimintai pertanggung jawaban atas kerugian orang lain melalui kelalaian kita.

Dari Ibn umar ra dari Nabi saw, Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda:

كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته, الإمام راع ومسؤول عن رعيته, والرجل راع في أهله وهو مسؤول عن رعيته, والمرأة راعية في بيت زوجها ومسؤولة عن رعيتها, والخادم راع في مال سيده ومسؤول عن رعيته, -قال: وحسبت أن قد قال: والرجل راع  فِي مَالِ أَبِيهِ وَمَسْؤولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ- وَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْؤولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

"Tiap-tiap kalian adalah gembala yang bertanggung jawab atas kawanannya. Seorang raja memimpin rakyatnya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya itu. Seorang suami memimpin keluarganya, dan akan ditanya kepemimpinannya itu. Seorang ibu memimpin rumah suaminya dan anak-anaknya, dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya itu. Seorang budak mengelola harta majikannya dan akan ditanya tentang pengelolaanya. Ingatlah bahwa kalian semua memimpin dan akan ditanya pertanggung jawabannya atas kepemimpinannya itu." HR. Bukhari & Muslim

5. Musibah ini jadikan pengingat yang jelas. Bahwa sejatinya kekacauan di seluruh dunia saat ini tidak terlepas dari, tidak adanya negeri-negeri muslim yang menerapkan hukum Allah secara kaffah (totalitas).

Ingatlah kaum muslim akan selalu menjadi sasaran intrik politik dari para penjahat yaitu mereka yang telah menimbulkan kehancuran pada sistem, pengkhianatan para penguasa, dan realitas politik, ekonomi dan sosial yang suram yang mengabaikan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Begitu pula ketika kita melihat bagaimana ketidakmampuan serta ketidakpedulian dunia secara menyeluruh dengan wabah Covid19. Kaum muslim benar-benar seperti kawanan tanpa gembala.

6. Dari sisi kemanusiaan, umat islam menghadapi pandemi dipimpin oleh negara-negara yang hanya menempatkan orientasi ekonomi diatas nilai-nilai kemanusiaan. Menjadi hal yang tak dipungkiri kondisi krisis/musibah yang dialami umat akan menempatkan nilai kemanusiaan jauh di urutan kedua setelah ekonomi.

7. Sangat disayangkan umat Islam hidup dalam ketiadaan Khilafah hari ini, dan telah berlangsung selama beberapa dekade, yang peringatan 99 tahun-nya tepat pada bulan Rajab tahun ini.

Ini adalah kejahatan besar dari sudut pandang syariah dan kejahatan besar dari sudut pandang manusia.

Seluruh dunia menderita dari arsitektur ideologis dan politik Barat yang telah menyebabkan banyak masalah yang seolah-olah ingin diperbaiki hari ini.
Covid19 adalah pengingat akan pentingnya membangun tatanan dunia yang menempatkan kesejahteraan dan perlindungan umat diatas segala-galanya.

Wallahu A'lam Bishawab


2 April 2020

#IslamSelamatkanNegeri
#IslamKaffahDenganKhilafah

VIDEO PILIHAN