Mohon tunggu...
Rizky Aulia Tumangger
Rizky Aulia Tumangger Mohon Tunggu... Mahasiswa

-

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Kisah Masuk Politeknik Negeri Medan

21 Oktober 2019   01:26 Diperbarui: 21 Oktober 2019   02:15 0 1 0 Mohon Tunggu...

Kisah Masuk Politeknik Negeri Medan - pada artikel ini saya akan berbagi cerita tentang bagaimana saya diterima dan dapat melanjutkan studi saya di Politeknik Negeri Medan.

Nama saya Rizky Aulia Tumangger alumni dari SMAN 1 SIDIKALANG, sekarang saya berstatus sebagai mahasiswa POLMED (Politeknik Negeri Medan) jurusan Teknik Komputer & Informatika prodi Manajemen Informatika angkatan 2019. 

Sewaktu duduk dibangku SMA saya bercita-cita menjadi seorang Pilot dan saya tidak berminat untuk kuliah. Menurut saya Pilot itu istimewa, dan terlihat gagah, Pilot adalah pekerjaan yang sangat mulia, dibalik kemuliaan seorang Pilot, Pilot juga dituntut menjadi seseorang yang bertanggung jawab, bernyali dan cerdas dalam hal apapun. Seperti yang kita tahu biaya pendidikan untuk menjadi seorang Pilot itu sangat mahal berkisaran 680jt - 1,2M rupiah, alasan yang menjadikan semangat saya untuk meraih cita-cita saya sedikit pudar. Tetapi saya tidak menyerah, setiap hari saya selalu mencari informasi tentang beasiswa pendidikan pilot melalui Search Engine, sampai akhirnya saya menemukan sekolah pilot yaitu Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia yang langsung di kontrol oleh Dinas Perhubungan dan menyediakan beasiswa bagi siswa yang tidak mampu.

Dibulan April tepat pada tanggal 1, SIPENCATAR (Seleksi Penerimaan Calon Taruna) DISHUB dibuka, saya langsung mendaftarkan diri saya secara online, pada tahap pertama seleksi administrasi saya dinyatakan lulus oleh panitia, dan dilanjutkan seleksi tahap selanjutnya pada tanggal 15 Mei 2019 saya melakukan seleksi tahap ke-2 yaitu CAT (Computer Assisted Test) di gedung Badan Kepegawaian Negara di Medan. Pada Seleksi tahap ke-2 ini peserta mengerjakan soal berjumlah 100 soal yang dibagi menjadi 3 Subtes yaitu TWK, TIU, TKP . Saya sangat percaya diri dan percaya pasti bisa melewati seleksi ini, dan benar dugaan saya, pada tanggal 18 Juni 2019 saya dinyatakan lulus oleh panitia. Sesuai pengumuman seleksi tahap ke-3 akan dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2019 yaitu TPA dan di lanjut tahap ke-4 yaitu Psikotes pada tanggal 17 Juli 2019.

Saya semakin percaya diri pasti akan lulus dan menjadi seorang Pilot seperti apa yang saya cita-citakan. Tibalah hari pertempuran tepat tanggal 16 Juli 2019 seleksi tahap ke-3 dilaksanakan di gedung Badan Kepegawaian Negara lagi dengan sistem yang sama menggunakan komputer sebagai alat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan. Pada tahap ini ada 3 mata pelajaran yang diujikan yaitu Fisika, Matematika, dan Bahasa Inggris. Dan lagi-lagi nama saya tercatat di kolom peserta yang lulus. Keesokannya tepat pada tanggal 17 Juli 2019 seleksi tahap ke-4 dilaksanakan yaitu Psikotes, pada seleksi ini tiba-tiba saya menjadi pesimis, gugup dan tidak percaya diri karena sebelum-sebelumnya saya tidak pernah tes psikotes. Jadi, saya tidak bisa menggambarkan soal yang akan keluar pada tes kali ini. Dan benar saya dinyatakan tidak lulus pada seleksi tahap ke-4 ini, padahal sisa 2 tes lagi untuk meraih apa yang saya cita-citakan dan bersamaan gagal juga pada psikotes tes POLMED kelas GMF.

Lalu orang tua saya menyarankan saya untuk berkuliah, awalnya saya menolak tetapi saya berpikir lagi ini untuk kebaikan diri saya dimasa depan. saya mendaftar menjadi peserta UTBK atau dikenal sebagai SBMPTN ditahun-tahun sebelumnya. Pada saat ujian saya mendapatkan nilai yang bisa dikatakan pas-pasan. Dengan nilai itu saya mencoba mendaftarkan diri saya di 2 Universitas yang bisa dibilang daya saingnya ketat yaitu Universitas Udayana & Universitas Syiah Kuala. Sambil menunggu pengumuman SBMPTN, saya juga mendaftarkan diri sebagai peserta UMPN di Politeknik Negeri Medan, dan saya memilih prodi Teknik Komputer dan Manajemen Informatika. Karena saya pikir jurusan yang sedikit peminatnya, ternyata saya salah. Walau begitu saya tidak khawatir karena prinsip saya masih belum berniat untuk berkuliah. Pada saat pengumuman UMPN ternyata saya dinyatakan lulus, tetapi perasaan saya biasa biasa saja tidak ada bahagia. Selanjutnya pada pengumuman SBMPTN juga saya dinyatakan lulus di Universitas Syiah Kuala dan seperti biasa saya juga tidak merasa spesial atau bahagia.

Tetapi saya merasa bangga berkat kerja keras orang tua saya, saya masih dapat melanjutkan studi saya. Setelah saya belajar dari pengalaman saya, mungkin rejeki saya bukan ditempat dimana yang saya suka dan saya minati. Mungkin saja tempat yang sekarang bisa memberikan saya lebih banyak rejeki.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x