Mohon tunggu...
Rizky Hadi
Rizky Hadi Mohon Tunggu... Lainnya - Anak manusia yang biasa saja.

Selalu senang menulis cerita.

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Merekatkan Silaturahmi di Tengah Lebaran Masa Pandemi

14 Mei 2021   08:00 Diperbarui: 14 Mei 2021   08:11 615
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Allaahu akbar 

Allaahu akbar 

Allaahu akbar

Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar

Allaahu akbar wa lillaahil-hamd

***

Lebaran hari kedua. Setelah kemarin kita berkunjung ke rumah sanak saudara dan tetangga, kini tinggal kita menanti teman-teman yang datang berkunjung. Suasana di rumah masih ramai. Jajanan masih banyak, apalagi THR untuk anak-anak.

Lebaran tahun ini menyisakan kesedihan untuk kaum perantau. Sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan dilarang mudik, mereka terpaksa tertahan di kota. Keinginan untuk bertemu dengan keluarga harus ditunda dulu. Tak pernah terbayangkan sebelumnya, jika mereka harus lebaran sendiri di kota sementara di kampung halaman sanak keluarga sedang berkumpul. Pasti ada rasa penyesalan yang membumbung.

Di tengah pandemi yang menyeruak di kala Ramadhan dan menjelang lebaran, pintu maaf masih terbuka sementara pintu antar kota ditutup. Pencegahan penyebaran pandemi terus diusahakan hingga para perantau tak bisa pulang ke kampung halaman.

Salah satu opsi agar tetap menjaga silaturahmi dengan sanak keluarga dan teman-teman yang ada di kampung ialah dengan video call. Saya bisa prediksi jika jaringan pada kemarin dan hari ini akan terasa lemot. Karena pasti akan ada banyak pelanggan yang menggunakannya. Para perantau ini sebelumnya sudah membeli kuota internet sebanyak mungkin. Akan ada banyak orang yang mereka hubungi.

Sebagai contoh lain, saat lebaran sebelum pandemi, saya melakukan video call dengan Pakdhe yang bekerja di luar negeri. Itu pun tersendat-sendat karena masalah jaringan. Apalagi masa sekarang yang akan terjadi saling rebutan jaringan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun